Berita

Ilustrrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Variatif: Saham Tesla Anjlok Saat Elon Musk Naik Gaji

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham AS berakhir bervariasi pada Jumat 7 November 2025, setelah pekan yang penuh gejolak akibat kekhawatiran ekonomi dan kebuntuan politik terkait penutupan pemerintah federal terpanjang dalam sejarah AS. 

Dikutip dari Reuters, indeks Dow Jones naik 0,16 persen ke 46.987, S&P 500 menguat 0,13 persen ke 6.728, sementara Nasdaq turun 0,21 persen ke 23.004. Dari 446 perusahaan di indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja kuartal ketiga, 83 persen mencatat laba di atas perkiraan. Pertumbuhan laba tahunan S&P kini diperkirakan naik 16,8 persen, jauh lebih tinggi dari tahun lalu.

Saham Tesla melemah 3,7 persen setelah pemegang saham menyetujui paket gaji CEO Elon Musk senilai 1 triliun Dolar AS, terbesar dalam sejarah korporasi. Microchip Technology turun 5,2 persen setelah memperkirakan penjualan di bawah ekspektasi, sementara Expedia melonjak 17,6 persen karena peningkatan bisnis perjalanan.


Menurut Terry Sandven dari US Bank Wealth Management, penyelesaian penutupan pemerintah akan membantu memperbaiki sentimen pasar. “Resolusi atas penutupan pemerintah jelas akan memperbaiki sentimen, terutama saat valuasi saham sedang tinggi,” ujarnya.

Namun, data awal Universitas Michigan menunjukkan sentimen konsumen AS anjlok ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun, mencerminkan meningkatnya kecemasan publik terhadap kondisi ekonomi di tengah ketidakpastian politik.

Penutupan pemerintahan juga membuat data ekonomi resmi tidak terbit, menyulitkan langkah Federal Reserve dalam menjaga keseimbangan antara lapangan kerja dan inflasi. “Investor kini seperti terbang dalam kegelapan karena kekurangan data ekonomi akibat penutupan,” kata analis Ryan Detrick dari Carson Group.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya