Berita

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Politik

Menperin Soal Proyek Mobil Nasional Prabowo: On The Way

JUMAT, 07 NOVEMBER 2025 | 19:10 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah masih mematangkan rencana menghidupkan kembali proyek mobil nasional dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 80 persen. 

Hal tersebut dikatakan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Meski demikian, ia masih enggan mengungkap pabrikan yang akan digandeng dalam proyek tersebut.

“Mobil nasional lagi disiapkan. Belum, belum tahu (akan bekerja sama dengan Hyundai atau tidak),” ujar Agus singkat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 6 November 2025.


Politisi Partai Golkar itu hanya memastikan bahwa prosesnya masih terus berjalan.

“Mobil nasional on the way, on the way. Kamu tanya mobil nasional, saya jawabnya on the way,” tambahnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Hyundai Motor Group AMB sudah menyatakan minat untuk turut menggarap mobil nasional. Namun, pemerintah masih menggodok detail proyek sebelum menentukan mitra resmi.

Menurut Airlangga, pembahasan masih mencakup kesiapan modal hingga desain kendaraan yang akan digunakan.

“Itu nanti akan dibahas, tetapi mereka (Hyundai) siap dengan modal tertentu dan itu perlu pembahasan lebih detail, dan tentu yang namanya kendaraan ini kan ada desainnya, ada basisnya,” kata Airlangga.

Menurutnya, mobil nasional dipastikan akan berbasis listrik untuk mendukung percepatan target net zero emission.

“Mereka (Hyundai) punya usulan mobil nasional yang TKDN-nya di atas 80 persen. Tetapi, sekarang masih dalam bentuk model,” tutur Airlangga pada 4 November 2025.

Untuk diketahui, program itu sudah diusulkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Kementerian Perindustrian.

"Kami tentu mendukung dan kami sudah mengusulkan program mobil nasional menjadi PSN, Proyek Strategis Nasional, itu sudah kami tandatangani pengusulannya,” kata Agus beberapa waktu lalu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya