Berita

Ilustrasi (Foto: Bisnistoday)

Bisnis

OpenAI Investasi Jumbo Rp620 Triliun di Amazon

RABU, 05 NOVEMBER 2025 | 12:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, menandatangani kesepakatan besar senilai 38 miliar Dolar AS (sekitar Rp620 triliun) dengan Amazon.

Dalam kerja sama selama tujuh tahun ini, OpenAI akan menggunakan layanan cloud Amazon Web Services (AWS) untuk memperkuat kemampuan komputasi kecerdasan buatannya.

Lewat kesepakatan yang diumumkan baru-baru ini, OpenAI akan mendapat akses ke ratusan ribu chip grafis Nvidia, komponen penting untuk melatih dan menjalankan model AI besar. Langkah ini menegaskan betapa pentingnya daya komputasi dalam perlombaan global membangun sistem AI yang semakin mendekati kecerdasan manusia.


CEO OpenAI Sam Altman mengatakan, perusahaan berencana menginvestasikan hingga 1,4 triliun Dolar AS untuk membangun infrastruktur komputasi berkapasitas 30 gigawatt, “cukup untuk memberi daya pada 25 juta rumah di AS,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Rabu 5 November 2025.

“Mengembangkan AI tingkat lanjut membutuhkan daya komputasi yang luar biasa besar dan stabil. Kemitraan kami dengan AWS akan membuka jalan bagi era baru AI untuk semua orang," tambah Altman.

Bagi Amazon, ini menjadi dorongan besar. AWS sebelumnya sempat diragukan bisa bersaing dengan Microsoft dan Google dalam bisnis cloud untuk AI. Namun, berkat kerja sama ini dan kinerja kuat pada kuartal terakhir, saham Amazon melonjak hingga menyentuh rekor tertinggi, menambah sekitar 140 miliar dolar AS pada nilai pasarnya.

“Ini adalah kesepakatan besar dan bukti kuat kemampuan AWS menyediakan skala komputasi yang dibutuhkan OpenAI," kata Paolo Pescatore, analis dari PP Foresight.

OpenAI mulai menggunakan layanan AWS tahun ini, dengan seluruh kapasitas cloud diperkirakan aktif penuh pada akhir 2026, dan ruang ekspansi lebih luas pada 2027 mendatang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya