Berita

Kolase Budi Arie Setiadi dan logo Partai Gerindra. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Bergabungnya Budi Arie ke Gerindra Bisa Bikin Kader Berkecamuk

SELASA, 04 NOVEMBER 2025 | 20:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi bergabung dengan Partai Gerindra perlu dipertimbangkan kembali oleh Prabowo Subianto selaku ketua umum.

Pengamat Citra Institute, Efriza memandang, posisi Partai Gerindra usai Prabowo terpilih menjadi Presiden ke-8 RI terbilang positif di mata publik.

"Saat ini, citra Gerindra sebagai partai sedang baik, sebab memimpin pemerintahan dengan nilai-nilai bersih, baik dan berintegritas," ujar Efriza kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 4 November 2025.


Ia meyakini, apabila Prabowo menerima keinginan Budi Arie masuk ke Gerindra, tidak menutup kemungkinan akan memunculkan gejolak di internal hingga barisan pendukung.

"Jangan sampai terkesan dispesialkan dan membuat soliditas antara organisasi, sayap partai, dan simpul relawan yang selama ini sudah mendukung Prabowo berkecamuk," tuturnya.

Oleh karenanya, magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu mendorong Prabowo mempertimbangkan secara matang langkah Budi Arie bergabung ke Gerindra.

Terlebih, Efriza memperkirakan rekam jejak Budi Arie yang tersangkut kasus judi online (judol) dan telah terdepak dari Kabinet Merah Putih akan menambah perspektif negatif Gerindra nantinya.

"Karena itu, langkah ini semestinya dikaji tidak hanya dari aspek elektoral, tetapi juga dari sisi moral politik dan akuntabilitas publik," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya