Berita

Ketua DPR Puan Maharani saat jumpa pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa, 4 November 2025. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Puan Minta Kaji Kembali Wacana Soeharto Pahlawan Nasional

SELASA, 04 NOVEMBER 2025 | 15:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPR pada prinsipnya menghormati wacana pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-2 RI Soeharto. Namun, DPR meminta agar wacana tersebut dikaji lebih serius.

Demikian ditegaskan Ketua DPR Puan Maharani saat jumpa pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa, 4 November 2025.

“Ya, pemberian gelar pahlawan kita hormati prosesnya. Namun, ya hal itu tentu saja tentu harus dikaji dengan baik dan cermat,” kata Puan.


Menurut dia, sebelum memberikan gelar pahlawan nasional, perlu dicermati lebih jauh rekam jejak tokoh yang akan diberikan gelar tersebut. Tak terkecuali untuk Presiden yang berkuasa 32 tahun seperti Soeharto.

“Karena ini penting, ya harus dicermati rekam jejaknya dari dari masa lalu sampai sekarang. Karena juga penting bagaimana kemudian apakah hal tersebut memang sudah waktunya dan sudah perlu diberikan dan lain-lain sebagainya,” pungkasnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebelumnya menyerahkan daftar 40 nama tokoh yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional, kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan tanda Kehormatan (GTK) di Kantor Kemenbud, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Oktober 2025. 

Dari 40 nama itu, salah satu yang diusulkan Gus Ipul itu adalah Soeharto.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya