Berita

Kemensos bersama Kementerian P2MI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang peningkatan sinergi dan kolaborasi antar lembaga negara dalam rangka memperkuat perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia.(Foto: Kemensos)

Nusantara

Kemensos-P2MI Sinergikan Sekolah Rakyat untuk Calon Pekerja Migran

SELASA, 04 NOVEMBER 2025 | 01:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang peningkatan sinergi dan kolaborasi antar lembaga negara dalam rangka memperkuat perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia. Termasuk mempersiapkan kurikulum siswa Sekolah Rakyat sebagai bekal bekerja di luar negeri.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta Menteri P2MI Mukhtarudin, bersama jajaran kedua kementerian pada Senin 3 November 2025.

“Kementerian P2MI akan bersinergi dengan Kementerian Sosial mengoptimalkan Sekolah Rakyat ini juga masuk materinya terkait dengan masalah migran ataupun masalah yang berminat untuk menjadi pekerja migran Indonesia," kata Mukhtarudin.


Agar dua hal ini terintegrasi sejak awal, Kementerian P2MI akan menggunakan instrumen yang ada, salah satunya adalah Sekolah Rakyat.

"Maka kami bersinergi bahwa Sekolah Rakyat itu nanti juga akan kita masukkan kurikulum ataupun materi terkait dengan persoalan pekerja migran Indonesia," kata Mukhtarudin.

Menteri Sosial Gus Ipul menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk penguatan program prioritas Presiden dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai wahana pendidikan yang juga menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja, termasuk bagi yang berminat menjadi pekerja migran.

“Kehadiran kami di sini untuk memperkuat kolaborasi, memperkuat sinergi dalam rangka menjalankan program-program amanah dari Bapak Presiden, khususnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kita tahu bahwa sekarang sudah ada 166 titik Sekolah Rakyat beroperasi mulai dari SD, SMP, dan SMA,” kata Gus Ipul.

Dari 166 titik sekolah rakyat, 6.700 di antaranya adalah siswa-siswa yang mengikuti proses pendidikan di tingkat SMA. 

Gus Ipul menjelaskan pada 2028 mereka akan lulus. Bagi mereka yang ingin kuliah tentu akan dibimbing, didampingi sampai bisa benar-benar kuliah di perguruan tinggi yang mereka cita-citakan. Sementara bagi yang ingin bekerja, tentu akan diperkuat dengan keterampilan atau pendidikan vokasi. 

"Wabil khusus yang ingin bekerja di luar negeri, tentu ada pendidikan tambahan, khususnya bidang bahasa,” kata Gus Ipul.


Dalam MoU yang diperbarui tersebut, ruang lingkup kerja sama antara Kemensos dan P2MI meliputi:

1. Sinergi penyelenggaraan kesejahteraan sosial bagi pekerja migran bermasalah dan korban tindak pidana perdagangan orang;

2. Sinergi koordinasi pemberdayaan bagi pekerja migran terindikasi atau menjadi korban tindak pidana perdagangan orang;

3. Sinergi koordinasi bantuan sosial bagi pekerja migran Indonesia bermasalah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;

4. Sinergi dukungan penyelenggaraan program kelas migran di Sekolah Rakyat bagi yang berminat menjadi pekerja migran Indonesia;

5. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia antar kedua kementerian;

6. Sosialisasi bekerja ke luar negeri secara prosedural dan aman;

7. Pertukaran data dan informasi serta bentuk kerja sama lain yang disepakati sesuai kewenangan masing-masing pihak.


Menindaklanjuti kerja sama ini, kedua kementerian akan memulai dengan sosialisasi kepada siswa Sekolah Rakyat, dilanjutkan dengan pendidikan vokasi dan pelatihan bahasa asing. Bahasa yang akan dipersiapkan antara lain Inggris, Arab, Jepang, Korea, dan Jerman, sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja luar negeri.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa bantuan sosial tetap diberikan secara inklusif kepada masyarakat yang memenuhi kriteria dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Bansos diberikan kepada mereka yang berada di desil 1 sampai desil 4. Siapapun selama memenuhi kriteria akan diberikan bansos. Peruntukannya jelas, untuk kebutuhan dasar, pendidikan anak, asupan ibu hamil dan bayi, lansia, serta penyandang disabilitas,” kata Gus Ipul.

Dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin juga menegaskan bahwa kerja sama kedua kementerian telah berjalan dalam hal perlindungan dan pendampingan bagi pekerja migran bermasalah yang kembali ke Tanah Air.

“Selama ini sudah ada kerja sama dalam pemberdayaan, perlindungan, dan pendampingan keluarga-keluarga yang pulang ke Indonesia yang bermasalah. Seperti yang kemarin terjadi dari Kamboja, mereka juga harus masuk di proses pendampingan dulu menggunakan fasilitas bansos," kata Mukhtarudin.

Gus Ipul menambahkan, pekerja migran yang mengalami masalah atau trauma juga mendapatkan layanan rehabilitasi sosial di sentra-sentra milik Kemensos sebelum mereka kembali ke keluarga.

“Yang bermasalah-bermasalah itu kan perlu rehabilitasi. Mereka penyesuaian dulu pulang, itu kami kerja sama. Biasanya mereka ditempatkan di sentra-sentra milik Kementerian Sosial untuk sementara waktu sampai kemudian mereka sudah siap kembali ke rumah masing-masing,” kata Gus Ipul.

Melalui pembaruan MoU ini, Kementerian Sosial dan Kementerian P2MI berkomitmen membangun sistem sinergi terpadu antara pendidikan, perlindungan sosial, dan ketenagakerjaan luar negeri -- menjadikan Sekolah Rakyat sebagai pintu awal lahirnya pekerja migran Indonesia yang unggul, terampil, dan berdaya saing.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya