Berita

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 November 2025 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Minta KAI Tambah Gerbong Kurangi Dempet-dempetan di KRL

SENIN, 03 NOVEMBER 2025 | 17:09 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera menambah gerbong kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek untuk mengurangi kepadatan penumpang pada jam sibuk. 

Perintah itu disampaikan langsung kepada Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 November 2025. 

“Saya jelaskan juga bahwa sekarang itu pada jam sibuk, KRL kita itu sudah berdempet-dempetan, beliau sangat concern sekali dengan itu, maka beliau sampaikan secepatnya kita balam menambah gerbong,” kata Bobby usai pertemuan.


Selain soal kapasitas, Presiden juga disebut meminta agar fasilitas di stasiun dan lintasan ditingkatkan, terutama dari segi kebersihan dan kenyamanan bagi penumpang perempuan. 

“Nyamankan penumpang terutama yang perempuan, stasiun, lintasan kereta dan gerbong harus bersih, terutama peningkatan-peningkatan fasilitas di stasiun, fasilitas operasi yang ada di lintasan dan bahkan juga meningkatkan infrastruktur dari lintasan yang ada.,” 

Bobby menjelaskan, KAI saat ini telah memesan 12 train set baru dari PT INKA dan 11 train set dari Tiongkok. 

Dari total itu, 8 train set asal Tiongkok sudah beroperasi penuh, dan 3 lainnya akan menyusul di bulan ini setelah lulus uji teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Sementara empat rangkaian buatan INKA sedang menjalani uji teknis sebelum dioperasikan.

“Target dengan kereta INKA sampai dengan pertengahan tahun depan sudah akan beroperasi 12,” jelasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya