Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Peluang Kredit Perumahan Terbuka Lebar tapi Perbankan Harus Hati-hati

SENIN, 03 NOVEMBER 2025 | 07:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kebijakan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk pembelian rumah menjadi katalis penting bagi peningkatan penyaluran kredit perumahan oleh sektor perbankan. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa kebijakan fiskal tersebut berpotensi memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menumbuhkan kepercayaan sektor perbankan dalam menyalurkan kredit kepemilikan rumah (KPR).

“Pertumbuhan kredit harus dibarengi dengan dukungan terhadap kemampuan masyarakat membayar angsuran. Faktor daya beli menjadi kunci utama agar ekspansi kredit perumahan dapat berjalan berkelanjutan,” ujar Dian dalam keterangan tertulis di Jakarta, diktp Seni 3 November 2025 


Menurutnya, kolaborasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan kebijakan sektor keuangan menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, bank dapat meningkatkan ekspansi kredit secara sehat dan berkelanjutan.

Bank Tetap Pegang Prinsip Kehati-hatian


Dian menegaskan, meski peluang kredit perumahan terbuka lebar, perbankan tetap harus menjaga prinsip prudential banking dan manajemen risiko. Pengelolaan likuiditas dan dana pihak ketiga (DPK) perlu diperhatikan agar pertumbuhan kredit tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan.

“Bank memiliki tanggung jawab moral dalam mengelola dana masyarakat. Karena itu, penyaluran kredit harus dilakukan secara produktif dan berorientasi pada pembangunan,” katanya.

OJK, lanjutnya, terus mendorong perbankan agar berperan aktif sebagai agen pembangunan. Artinya, bank tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga mendukung pembiayaan sektor-sektor strategis seperti perumahan yang memiliki dampak besar terhadap perekonomian.

Kredit Perumahan Tumbuh Stabil


Data OJK menunjukkan, hingga Agustus 2025, kredit untuk kepemilikan properti tumbuh 7,14 persen (year-on-year), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai 7,10 persen. Pertumbuhan terbesar datang dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang mencatatkan peningkatan 7,22 persen (yoy).

Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor perbankan masih melihat prospek cerah di pasar perumahan. “Tren positif ini diperkirakan berlanjut karena minat masyarakat terhadap kepemilikan rumah masih tinggi, sementara dukungan kebijakan pemerintah juga semakin kuat,” ujar Dian.

Kolaborasi Pemerintah dan Perbankan


Selain PPN DTP, pemerintah juga memperkenalkan Kredit Program Perumahan (KPP) bagi pelaku UMKM di sektor perumahan. Program ini menjadi peluang baru bagi perbankan untuk memperluas pembiayaan ke sektor konstruksi dan penyediaan rumah.

OJK menilai potensi pasar kredit ini cukup besar, terutama dalam mendukung Program Pemerintah Tiga Juta Rumah. Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan bahwa kebijakan ini akan memperkuat rantai pasok industri perumahan,mulai dari pengembang, kontraktor, hingga pemasok bahan bangunan.

“Sinergi antara kebijakan pemerintah dan perbankan diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan perumahan serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional,” tutup Dian.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya