Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama dengan komunitas pemulung di Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 1 November 2025. (Foto: Dok. Kemensos)

Politik

Gus Ipul Doa Bersama Komunitas Pemulung di Bantargebang

SABTU, 01 NOVEMBER 2025 | 21:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menggelar doa bersama dengan komunitas pemulung di Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 1 November 2025.

Doa bersama berlangsung pada sore hari di tengah kawasan permukiman para pemulung. Di antara deretan rumah semi permanen dan tumpukan barang daur ulang, warga antusias menyambut kedatangan Gus Ipul.

“Saya ingin doa bersama di sini untuk para pahlawan kita, pahlawan bangsa, dan juga pahlawan keluarga,” ujar Gus Ipul.


Menurut Gus Ipul, pahlawan keluarga adalah mereka yang berjuang tanpa pamrih untuk menafkahi dan membesarkan anak-anaknya.

“Orang tua kita yang bekerja keras untuk anak-anaknya, yang berjuang membesarkan kita semua, itu juga pahlawan yang patut kita banggakan,” tambahnya.

Doa bersama berlangsung penuh keakraban meski diguyur hujan. Di antara warga yang hadir, terdapat dua keluarga dari dua siswa Sekolah Rakyat  Menengah Atas 13 Bekasi, yaitu Alvia Rahma dan Jumaroh. 

Selain doa bersama, Gus Ipul juga menyempatkan berkunjung ke rumah Alvia. Rumah sederhana yang menjadi tempat Alvia dan keluarga berteduh. Di rumah tersebut, Alvia tinggal bersama orang tuanya serta kakak dan adiknya. 

Di sana, ia juga bertemu dan berbincang dengan Alvia dan Jumaroh.

"Cita-citanya mau jadi apa?," tanya Gus Ipul kepada keduanya. 

"Ingin jadi Polwan, ingin jadi ilmuwan atau atlet silat," jawab Alvi dan Jumaroh. 

Gus Ipul kemudian berpesan agar keduanya semangat belajar. 

"Nanti langsung balik ke asrama lagi ya," ucap Gus Ipul kepada mereka.

Kunjungan Gus Ipul kali ini juga disertai pemberian bantuan sembako kepada keluarga Alvia dan Jumaroh serta tetangga sekitarnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya