Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

QRIS jadi Motor Utama Keuangan Digital RI dengan Transaksi Tembus Ratusan Triliun

JUMAT, 31 OKTOBER 2025 | 14:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor keuangan digital adalah tulang punggung akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa proyeksi ambisius menargetkan nilai ekonomi digital nasional melonjak dari 90 miliar bisDolar AS pada 2024 melesat menjadi 360 miliar Dolar AS pada 2030.

"Salah satu sektor pendorong ekonomi digital adalah sektor keuangan digital," kata Airlangga, di Jakarta, dikutip Jumat 31 Oktober 2025.


Pendorong utama pencapaian ini adalah adopsi masif Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Airlangga menyebutkan bahwa pemanfaatan QRIS telah menjangkau jutaan pelaku usaha, di mana sekitar 93 persen dari hampir 60 juta penggunanya adalah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Data ini membuktikan digitalisasi keuangan telah tumbuh secara organik di Indonesia.
Pertumbuhan kinerja QRIS sangat eksplosif. Hingga Triwulan II 2025, nilai transaksi QRIS mencapai Rp317 triliun, meningkat sekitar 121 persen secara tahunan, didukung oleh lonjakan volume transaksi hingga 147 persen.

Pertumbuhan ini didukung penuh oleh arahan pemerintah. Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berpesan agar dilakukan elektronifikasi program pemerintah, di mana setiap keluarga Indonesia harus memiliki rekening keuangan formal.  Hal ini juga bertujuan untuk memastikan penyaluran berbagai program, seperti bantuan sosial, menjadi lebih tepat sasaran.

Komitmen ini tercermin dari tingginya tingkat inklusi keuangan Indonesia yang mencapai 92,74 persen (SNLIK 2025). Selain itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah juga didukung ekosistem digital, mencapai Rp217,20 triliun kepada 3,69 juta debitur hingga Oktober 2025.

Pemerintah terus memperkuat sektor ini dengan menyiapkan Peta Jalan Pengembangan Kecerdasan Artifisial (AI) untuk layanan keuangan, serta pembangunan Data Center Nasional demi menjamin kedaulatan data. 

Kontribusi keuangan digital yang kuat ini diharapkan dapat menyumbang sekitar 600 miliar Dolar AS terhadap target nilai ekonomi digital ASEAN pada 2030, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemimpin digital di kawasan.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya