Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Nusantara

QRIS Wakaf Tunai Buka Akses Sedekah Jariyah Mulai dari Nominal Kecil

JUMAT, 31 OKTOBER 2025 | 08:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Inovasi pembayaran digital, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), kini merambah ranah filantropi Islam. Terbaru, QRIS Wakaf Tunai Jalasurga diluncurkan untuk mempermudah masyarakat dalam menyalurkan wakaf uang, menjadikannya sarana sedekah jariyah yang cepat dan mudah diakses oleh semua kalangan.

Langkah ini diambil oleh Forum Jurnalis Wakaf dan Zakat Indonesia (Forjukafi) melalui Yayasan Jala Surga, yang telah resmi mendapatkan izin sebagai lembaga Nazir wakaf uang. Kehadiran QRIS ini merupakan respons terhadap potensi besar wakaf uang di Indonesia serta kebutuhan akan sistem penyaluran yang modern dan transparan.

Peluncuran QRIS Wakaf Tunai ini dilaksanakan di sela penyelenggaraan seminar Wakaf Preneur di Jakarta pada 30 Oktober 2025.


QRIS Wakaf Tunai mengubah paradigma bahwa wakaf harus dilakukan dengan harta besar. Kini, berwakaf dapat dilakukan secara digital melalui ponsel, bahkan dimulai dari nominal kecil.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) sekaligus Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Profesor Kamaruddin Amin, mengapresiasi terobosan ini.

"Wakaf uang ini sekarang salah satu yang dikembangkan di BWI, yaitu mengajak masyarakat untuk berwakaf mulai dari Rp10.000, Rp15.000, dan seterusnya. Jadi berwakaf sekarang tidak harus berwakaf aset, tidak harus tanah seperti dulu," ujarnya.

Sistem QRIS ini memungkinkan masyarakat memindai kode menggunakan berbagai aplikasi dompet digital atau mobile banking, menjadikan transaksi wakaf instan dan dapat dilakukan kapan saja. Ia pun memastikan bahwa dana wakaf yang dihimpun melalui QRIS ini akan diinvestasikan, dan hasil investasinya yang kemudian digunakan untuk membantu orang lemah, orang miskin, dan pihak yang membutuhkan.

Wakil Presiden ke-13, Maruf Amin, yang dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Kehormatan, juga menyambut baik inovasi ini. Beliau menekankan bahwa wakaf adalah instrumen keuangan selain zakat, di mana modal pokoknya tidak boleh hilang.

Keterlibatan jurnalis dalam pengelolaan wakaf pun menjadi sorotannya. Menurut Maruf Amin, hal ini menunjukkan bahwa kesadaran wakaf telah meluas ke berbagai lapisan masyarakat. 

“Wakaf tidak boleh hilang modalnya, tapi terus berkembang seperti bola salju. Wakaf itu sedekah jariyah yang manfaatnya abadi,” tegasnya.

Ketua Umum Forjukafi, Wahyu Muryadi, berharap bahwa kemudahan akses melalui QRIS dapat mendorong peningkatan literasi masyarakat soal wakaf dan berkontribusi signifikan pada penghimpunan wakaf. Ia mencatat bahwa potensi wakaf uang mencapai Rp180 triliun per tahun, namun yang terhimpun baru sekitar Rp3,5 triliun.

Dengan menjadikan wakaf semudah memindai QRIS, diharapkan wakaf uang menjadi instrumen pengentasan kemiskinan yang sangat powerful, sekaligus memajukan ekonomi syariah di Tanah Air.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya