Berita

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi dari beberapa perwakilan pemerintah daerah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025. (Foto: Dok. Kemensos)

Politik

Agus Jabo Sebut Nasib Program Sosial Tergantung Data Pemda

RABU, 29 OKTOBER 2025 | 03:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kementerian Sosial (Kemensos) sedang fokus menyempurnakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar program sosial pemerintah tepat sasaran.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyebut program sosial seperti bantuan sosial (Bansos) dan Sekolah Rakyat baru bisa berjalan maksimal jika data pemerintah daerah (Pemda) mutakhir. 

“Tepat atau tidaknya pelaksanaan program sangat bergantung pada data daerah. Karena itu, saya minta pemerintah daerah aktif melakukan pemutakhiran data karena sifatnya dinamis,” kata Agus Jabo saat menerima audiensi perwakilan Kabupaten Sikka, Poso, Pemalang, dan Kebumen di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025.


Menurutnya, penggunaan data tunggal penting agar setiap program tepat sasaran dan tepat guna. Maka dari itu, ia meminta Pemda melakukan pemutakhiran secara berkala agar tetap valid.

Selain membahas percepatan pengentasan kemiskinan, perwakilan daerah juga menyampaikan berbagai persoalan sosial dan kebencanaan di wilayah masing-masing.

Kabupaten Sikka, misalnya, kerap terdampak erupsi Gunung Lewotobi; Kabupaten Poso sering mengalami gempa akibat berada di kawasan Sesar Tokararu yang aktif. Sementara Kabupaten Pemalang dan Kebumen juga menghadapi ancaman bencana alam berulang.

Menanggapi hal itu, Kemensos memastikan kesiapsiagaan logistik melalui penguatan lumbung sosial di wilayah rawan bencana seperti di Kabupaten Sikka.

“Untuk memperkuat kesiapsiagaan, kita akan segera mengisi kembali stok logistiknya,” pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya