Berita

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla. (Foto: Istimewa)

Politik

Wamen P2MI:

Warga Bogor Korban Eksploitasi di Kamboja dalam Kondisi Aman

SENIN, 27 OKTOBER 2025 | 14:21 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemerintah menindaklanjuti laporan Warga Negara Indonesia (WNI) asal Bogor Jawa Barat (Jabar) inisial F yang menjadi korban eksploitasi sindikat penipuan di Kamboja.

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, memastikan kondisi F saat ini telah dalam posisi cukup aman, dengan nomor telepon telah berganti nomor serta tempat tinggal yang dirahasiakan.

“Petugas LPMA Bakum telah menghubungi saudara atau kerabat yang bersangkutan dan disampaikan kepada kami, bahwa kondisi yang bersangkutan 80 persen aman,” kata Dzulfikar saat dikonfirmasi pada Senin 27 Oktober 2025 


Adapun kasus tersebut berawal dari F yang berangkat ke Singapura karena diajak temannya pada September 2025. Memasuki satu bulan berjalan lancar. Lalu pada 17 Oktober 2025, F secara tidak sadar diajak ke Kamboja dan dipekerjakan paksa oleh sindikat penipuan.

Empat hari berlalu, F berhasil kabur pada 21 Oktober 2025 ke KBRI di Kamboja dan langsung mendapat perlindungan dibawah KBRI Phnom Penh. Kendati sudah aman secara fisik, teror masih didapat korban dari pelaku.

“Pemberi informasi ini menyampaikan kondisi yang bersangkutan diancam oleh perusahaannya. Kalau tidak kembali ke perusahaan dan meminta pertolongan untuk ditempatkan di tempat yang aman,” kata Dzulfikar.

Dzulfikar mengaku telah berkoordinasi untuk penanganan kasus F. “Direktorat LPMA PMI Bakum akan menyiapkan surat resmi KP2MI ke Perwakilan RI untuk bantuan penanganan permasalahan yang bersangkutan,” kata Dzulfikar.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya