Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Dalam Setahun Prabowo Sukses Alirkan Listrik ke Lebih dari 1.100 Desa

JUMAT, 24 OKTOBER 2025 | 20:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dalam kurun satu tahun, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sukses memperluas akses listrik hingga menjangkau lebih dari 1.100 desa, termasuk di wilayah tertinggal dan terpencil.

Hal tersebut diungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025. 

Menurut Bahlil, pembangunan jaringan listrik di desa-desa menjadi salah satu program prioritas nasional yang dijalankan dengan cepat dan terukur.


“Tahun ini Bapak Presiden kita mampu membangun jaringan di 1.100 lebih desa. Total desa yang kita belum aliran listrik 5.700, ada 4.400 dusun. Sekarang lagi pasang 1.100 lebih desa, kemudian 250.000  (akan) pasang,” ungkapnya. 

Bahlil menegaskan, pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia sudah teraliri listrik secara penuh pada 2030. 

Presiden Prabowo, lanjutnya, memberi perhatian khusus terhadap pemerataan akses energi bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Bahwa Presiden punya keinginan agar sekolah-sekolah itu harus memakai teknologi, pakai layar. Jadi, mau tidak mau listrik harus kita masukkan,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan, pemerintah mengembangkan dua model pasokan listrik untuk mempercepat elektrifikasi di wilayah terpencil, salah satunya melalui penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Sambil kita paralel untuk mendorong transisi energi dengan memakai tenaga surya. Ini juga kita lagi siapkan ke depan,” tambahnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya