Berita

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Isu Emas jadi Cara Bobby Nasution Tutup Borok Stabilitas Harga Pangan Sumut

KAMIS, 23 OKTOBER 2025 | 11:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Isu kenaikan harga emas yang disebut-sebut sebagai penyebab utama inflasi tertinggi di Sumatera Utara (Sumut) dinilai sebagai upaya Gubernur Sumut Bobby Nasution menutupi kelemahan dalam kepemimpinannya, terutama dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menjelaskan bahwa emas memang memiliki andil terhadap inflasi, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk Sumut. Namun, kontribusinya tidak terlalu besar.

“Berdasarkan data Celios, sumbangan emas terhadap inflasi nasional tidak dominan karena masuk dalam kategori *Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya*, yang secara tahunan (year on year/yoy) hanya menyumbang 9,59 persen,” ujar Huda kepada RMOL, Kamis, 23 Oktober 2025.


Secara total, lanjut Huda, kontribusi emas terhadap inflasi nasional hanya sebesar 0,53 persen.

“Di Sumatera Utara sendiri, kategori *Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya* mencatat inflasi 10,17 persen, dengan sumbangan emas sekitar 0,51 persen terhadap total inflasi,” jelasnya. Sebaliknya, inflasi di sektor bahan makanan, minuman, dan tembakau justru jauh lebih tinggi, yakni mencapai 11,38 persen (yoy), dengan andil terhadap inflasi total sebesar 3,98 persen.

“Jadi, menyebut emas sebagai penyebab utama inflasi di Sumut yang mencapai 5,32 persen?"tertinggi dibandingkan 37 provinsi lain di Indonesia?"adalah keliru,” tegas Huda. Ia menekankan, faktor utama pendorong inflasi di Sumut jelas berasal dari harga pangan, bukan emas.

Lebih jauh, Huda menilai seharusnya kepala daerah mampu menjalankan fungsi utamanya, yaitu memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau dan stabil.

“Tugas pemerintah daerah, termasuk Gubernur, adalah menjaga harga pangan. Tapi tampaknya hal itu yang gagal dilakukan oleh Bobby,” pungkas Huda.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya