Berita

Raja Maroko Mohammed VI. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Dunia

Raja Mohammed VI Pimpin Sidang Menteri Bahas Reformasi Politik

RABU, 22 OKTOBER 2025 | 00:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Raja Maroko Mohammed VI memimpin Sidang Dewan Menteri di Istana Kerajaan Rabat pada Minggu 19 Oktober 2025. Agenda tersebut membahas arah kebijakan umum Rancangan Undang-Undang Keuangan (RUU) Tahun 2026 serta sejumlah reformasi kelembagaan penting di Maroko.

Dalam keterangan resmi Istana Kerajaan yang diterima redaksi pada Senin, 21 Oktober 2025, disebutkan bahwa sidang tersebut juga membahas dan mengesahkan beberapa rancangan undang-undang organik, dua dekrit di bidang militer, serta 14 perjanjian internasional baru yang memperkuat posisi Maroko di tingkat regional dan global.
 
Menteri Ekonomi dan Keuangan Nadia Fettah Alaoui dalam pemaparannya di hadapan Raja menjelaskan bahwa RUU Keuangan 2026 disusun di tengah ketidakpastian global yang menekan prospek pertumbuhan ekonomi dunia. 


Namun, ekonomi Maroko diproyeksikan tetap tumbuh 4,8 persen tahun ini, ditopang oleh peningkatan permintaan domestik dan kinerja sektor produktif non-pertanian.

Inflasi berhasil ditekan di level 1,1 persen hingga Agustus 2025, sementara defisit anggaran diperkirakan turun ke 3,5 persen dari PDB.

Pemerintah menargetkan agar kebijakan fiskal tahun depan dapat mempercepat pelaksanaan proyek “Emerging Morocco” dan memperkuat pembangunan nasional berbasis keadilan sosial dan pemerataan wilayah.

RUU Keuangan 2026 akan berfokus pada empat prioritas utama, yaitu konsolidasi capaian ekonomi, pembangunan lokal terpadu, penguatan negara kesejahteraan sosial, serta reformasi struktural untuk menjaga stabilitas keuangan publik.

Dalam kerangka kebijakan ekonomi, pemerintah Maroko menekankan pentingnya mendorong investasi swasta baik domestik maupun asing, mempercepat pelaksanaan Piagam Investasi, serta memperluas penerapan “Green Hydrogen Moroccan Offer”.

Dukungan juga diberikan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui mekanisme bantuan teknis dan finansial untuk memperkuat daya saing dan membuka lapangan kerja baru.

Selain itu, pemerintah akan mempercepat integrasi kaum muda dan perempuan ke pasar tenaga kerja, serta memberikan dukungan bagi petani dan peternak di tengah dampak kekeringan.

"Sesuai arahan kerajaan, fokus tahun 2026 juga diarahkan pada peningkatan anggaran untuk sektor kesehatan dan pendidikan nasional dengan total 140 miliar dirham, serta penciptaan lebih dari 27.000 posisi baru di kedua sektor tersebut," bunyi keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa malam, 21 Oktober 2025.

Di bidang kesehatan, pemerintah akan mengoperasikan Rumah Sakit Universitas (CHU) Agadir dan Laayoune, menyelesaikan pembangunan CHU Ibn Sina di Rabat, serta mempercepat proyek CHU di Beni Mellal, Guelmim, dan Errachidia. Selain itu, sebanyak 90 rumah sakit akan menjalani program renovasi dan peningkatan fasilitas.

Di sektor pendidikan, reformasi akan dipercepat melalui pemerataan akses prasekolah, penguatan dukungan belajar, serta peningkatan kualitas pengajaran di seluruh wilayah.

Raja Mohammed VI juga menekankan pentingnya memperkuat pilar negara kesejahteraan sosial melalui pelaksanaan proyek perlindungan sosial nasional dan program bantuan tunai yang menjangkau 4 juta rumah tangga.

Program tersebut mencakup peningkatan tunjangan anak hingga 100 dirham per anak, bantuan khusus bagi anak yatim dan terlantar, serta perluasan akses terhadap pensiun dan pesangon.

Sidang Dewan Menteri juga mengesahkan empat rancangan undang-undang organik, di antaranya terkait Dewan Perwakilan Rakyat dan partai politik.

Dalam sidang tersebut, Raja Mohammed VI juga menunjuk sejumlah wali dan gubernur baru di berbagai wilayah, termasuk Khatib El Hebil (Marrakech-Safi), Khalid Ait Taleb (Fes-Meknes), Mohamed Arfaoui (Oriental), serta 12 pejabat lainnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya