Berita

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, di Menara Kadin, Selasa, 21 Oktober 2025. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Politik

DPR Dukung Purbaya Sikat Pegawai Nakal: Kelola Keuangan Harus Bersih

SELASA, 21 OKTOBER 2025 | 17:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung ketegasan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menertibkan jajaran Ditjen Pajak (DJP) dan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) dari praktik penyelewengan.

"Karena yang dibutuhkan oleh Pak Purbaya adalah pegawai yang bersih. Mengelola keuangan negara itu butuh pegawai yang bersih,” kata Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun di Menara Kadin, Selasa 21 Oktober 2025.

Misbakhun juga menilai kanal pengaduan Lapor Pak Purbaya yang dibuka melalui WhatsApp bisa menjadi sarana efektif untuk menampung laporan masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar Kementerian Keuangan menyiapkan mekanisme yang jelas dalam menyaring laporan dan menindaklanjuti aduan tersebut.


“Terus kemudian pegawainya dipanggil dan sebagainya lah, itu baru bersifat konstruktif,” kata Misbakhun.

Ia menegaskan, sistem pelaporan yang melibatkan masyarakat ini baru akan terbukti efektivitasnya setelah berjalan beberapa waktu. 

“Kita harus sambut baik, karena itu adalah upaya yang baik untuk merespon masyarakat yang melapor,” pungkas Misbakhun.

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan telah meluncurkan saluran Lapor Pak Purbaya melalui WhatsApp di nomor 082240406600, yang dikhususkan bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan oleh pegawai DJP maupun DJBC.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya