Berita

TCL Air Conditioner. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Perusahaan Teknologi China Siapkan Strategi Perkuat Pasar di Indonesia

SENIN, 20 OKTOBER 2025 | 21:03 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perusahaan global di bidang teknologi elektronik dan produk pintar, TCL, terus memperkuat cengkraman bisnisnya di pasar Indonesia melalui produk andalan, seperti TCL Air Conditioner (AC).

CEO TCL Indonesia Evan Tang menyatakan, komitmen yang kuat dalam menggarap produk pendingin ruangan untuk pasar Indonesia ditunjukkan dengan melokalisasi produk AC residensial.

“TCL telah melokalisasi produksi AC residensial di Indonesia dan tengah mempertimbangkan untuk melakukan hal yang sama pada produk komersial,” jelas Evan dalam keterangannya dikutip Senin 20 Oktober 2025.


Menurutnya, hal ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi lanskap perdagangan internasional yang kompleks. Sebab, dengan memproduksi secara lokal, pihaknya bisa menyediakan produk yang lebih berkualitas dan hemat biaya untuk masyarakat Indonesia.

Sejalan dengan itu, perusahaan juga mempersenjatai produk elektronik berkualitas melalui penerapan inovasi teknologi dan penerapan sistem smart manufacturing dalam proses produksi Air Conditioner (AC) di pabriknya yang berada di Wuhan, China.

Pabrik yang memiliki area 1.000 hektare ini menelan investasi sebesar 3,42 miliar Yuan. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen TCL terhadap manufaktur cerdas dan ramah lingkungan.

General Manager TCL AC, Xin’an Li menjelaskan, pabrik tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 6 juta unit AC. 

"Berkat integrasi teknologi digital twin melalui sistem smart park dan platform 6+1 Industrial Internet, efisiensi produksi meningkat sebesar 15 persen," katanya.

Li menuturkan, pabrik tersebut menonjolkan fitur ramah lingkungan. Salah satunya, melalui instalasi panel surya seluas 94.800 meter persegi yang menghasilkan 9 juta kWh listrik per tahun. Teknologi sebut dia membantu mengurangi emisi karbon dioksida secara signifikan. 

Selain itu, pabrik ini menerapkan konsep pabrik bebas limbah (zero-waste factory) yang mencapai nol emisi karbon, nol limbah industri, nol emisi gas buang, dan nol pemborosan air, menggunakan sistem seperti daur ulang air pintar sponge city.

Menariknya, pabrik ini juga memiliki laboratorium canggih, di mana setiap produk AC TCL diuji untuk memenuhi standar kualitas global. 

Adapun, proses pengujian dimulai dari simulasi termodinamika untuk mengoptimalkan desain, dilanjutkan dengan serangkaian pengujian ketat seperti uji kinerja, kebisingan, dan daya tahan.

“Proses ini tidak berhenti setelah produksi massal. Sampel produk dari jalur produksi diuji secara acak di laboratorium kendali mutu untuk memastikan konsistensi dan standar kualitas yang tinggi,” pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya