Berita

Ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Produk Koperasi Didorong Tembus Pasar Dunia

SENIN, 20 OKTOBER 2025 | 12:28 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus memperkuat strategi ekspor produk koperasi melalui kolaborasi strategis salah satunya melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. 

Dalam gelaran pameran dagang internasional yang berlangsung di ICE BSD Hall 3A, Tangerang pada 15-19 Oktober 2025, Kemenkop berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan menghadirkan zona khusus bertajuk “Koperasi x Desa Bisa Ekspor”, yang menjadi etalase produk unggulan dari desa.

Melalui Zona Khusus ini Kemenkop melibatkan tujuh koperasi untuk terlibat dalam pameran atas produk-produknya dan memfasilitasi lima koperasi untuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan INA Trading. Melalui MoU tersebut kelima koperasi dapat melakukan ekspor produk-produknya ke sejumlah mitra dagang.


INA Trading sendiri sebagai mitra distribusi global, akan membuka akses pasar ekspor ke Belanda dan Australia bagi produk-produk koperasi seperti kopi, gula kelapa, pala, nanas, dan manggis olahan.

“Kolaborasi semacam ini perlu terus diperkuat agar produk lokal Indonesia bisa menembus pasar global. Koperasi menghadirkan produk berkualitas, INA Trading membuka akses internasional, dan dukungan teknologi seperti RFID dari Peruri menjamin kepercayaan pasar,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari dalam keterangan resminya, Senin, 20 Oktober 2025.

Adapun tujuh koperasi tersebut adalah Koperasi Konsumen Pondok Pesantren An-Nur II Al Murtadlo, Koperasi Pemasaran Komoditi Kopi Papua (KOPPA), Koperasi Modern Wanita Ikaboga, Koperasi Mitra Malabar,  Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya, Koperasi Nira Kamukten dan Koperasi Pemasaran Citra Nusantara Maju.

Total transaksi dari tujuh Koperasi selama 5 hari adalah sebesar Rp493.086.000. Selain pameran produk, kegiatan di booth juga mencakup business matching, promosi digital, distribusi katalog, serta wawancara media dengan perwakilan koperasi. 

Selain itu, beberapa koperasi juga telah melakukan pertemuan dengan buyer lokal maupun internasional yang menyatakan ketertarikan untuk berkolaborasi. Pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui diskusi teknis lebih lanjut setelah pelaksanaan TEI. Adapun negara buyer yang terlibat dalam business matching antara lain Maldives, Amerika Serikat, Australia, Afrika Selatan, Qatar, Oman, Swiss dan Arab Saudi.

Dari kegiatan business matching tersebut, terdapat tiga koperasi yang telah mencatatkan potensi nilai transaksi dengan total mencapai Rp3,6 miliar, yaitu Koppontren Annur II Al Murtadlo, Koperasi Nira Kamukten, dan Koperasi Mitra Malabar. 

Selain itu, Koperasi Mitra Malabar juga telah menandatangani MoU dengan buyer asal Qatar pada saat acara, dengan nilai kontrak sebesar USD 7,7 juta atau setara dengan Rp127 miliar untuk ekspor produk kopi.

Destry menekankan bahwa partisipasi koperasi dalam TEI bukan sekadar pameran, melainkan langkah konkret untuk naik kelas. Melalui TEI, Koperasi berpotensi besar meningkatkan daya saingnya dengan menampilkan produk-produk terbaiknya kepada calon buyer/mitra strategis dari berbagai negara yang turut hadir dalam ajang internasional tersebut.

"Kami ingin koperasi tidak hanya menjadi pemain lokal, tapi juga pelaku ekspor yang tangguh. TEI adalah panggung yang tepat untuk itu,” tegasnya.

TEI sendiri merupakan ajang tahunan berskala internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan. Tahun ini, TEI memasuki edisi ke-40 dan mengusung tema “Discover Indonesia’s Excellence, Trade Beyond Boundaries.” 

Pameran ini menjadi gerbang strategis bagi pelaku usaha nasional untuk menembus pasar dunia melalui pertemuan langsung dengan pembeli dan investor global. "Saya berharap kolaborasi ini dapat berjalan dengan lancar, dengan setiap pihak menjalankan perannya secara optimal," ulasnya.

Melalui dukungan penuh dari Kemenkop dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui penyediaan stand dan design serta stakeholder lainnya, langkah ini diharapkan menjadi awal lahirnya peluang ekspor baru bagi koperasi Indonesia. 

“Semoga ini menjadi momentum kebangkitan koperasi sebagai pelaku ekspor yang berdaya saing,” tutup Destry.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya