Berita

Kilang minyak di Tuban. (Foto: ANTARA/Idhad Zakaria)

Politik

PKS Desak Pemerintah Reformasi Total Sektor Migas

SENIN, 20 OKTOBER 2025 | 05:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS mendesak Pemerintah reformasi komprehensif (menyeluruh) sektor perkilangan migas nasional. Menurutnya, insiden kebakaran di Kilang TPPI Tuban, 16 Oktober 2025 dalam waktu berdekatan dengan peristiwa kebakaran di Kilang Dumai, 1 Oktober 2025 merupakan indikator lemahnya sistem operasional dan pengawasan kilang. 

Mulyanto merasa kebakaran kilang yang terjadi secara beruntun sangat aneh. Mengingat kilang merupakan salah satu objek vital yang seharusnya memiliki sistem operasional, pengawasan dan keamanan yang super ketat. 

“TPPI Tuban yang dikelola PT Trans Pacific Petrochemical Indotama adalah areal kilang dan kompleks petrokimia yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur dan merupakan bagian dari Pertamina. TPPI mengolah kondensat dan nafta menjadi berbagai produk petrokimia. Serta menghasilkan produk bahan bakar seperti gasoline, LPG, dan light naphtha untuk kebutuhan domestik,” kata Mulyanto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025.


"Dua kebakaran kilang migas dalam dua minggu adalah alarm nasional. Ini bukan sekadar masalah teknis tapi kegagalan sistemik dalam tata kelola kilang migas,” tambahnya.

Anggota Komisi Energi DPR Periode 2019-2024 ini menilai infrastruktur kilang Indonesia sudah terlalu tua dan minim pengawasan. Sementara ketergantungan impor BBM terus meningkat.  

Pada sisi lain produksi minyak nasional hanya sekitar 600 ribu barel per hari, padahal konsumsi mencapai 1,6 juta barel per hari.

"Jika kilang dalam negeri terus bermasalah maka ketahanan energi nasional bisa runtuh,” tegas Sekretaris Kementerian Ristek era Presiden SBY ini.

Mulyanto menilai kasus TPPI Tuban memperlihatkan lemahnya sistem keselamatan dan komunikasi publik perusahaan. Warga panik tanpa ada peringatan dini sementara perusahaan berupaya menutupi skala insiden.

Karena itu, Mulyanto mendesak untuk dilakukan audit menyeluruh seluruh kilang tua seperti Dumai, Cilacap, Balongan dan TPPI.

Selain itu, Pemerintah harus semakin gencar melakukan percepatan proyek modernisasi kilang (RDMP) serta pembangunan kilang baru.  Terutama dengan dukungan bantuan pendanaan dari Danantara.

Perlu dipertimbangan oleh Pemerintah terkait gagasan Pembentukan lembaga pengawasan risiko energi nasional yang independen untuk memperkuat Dewan Energi Nasional.

"Negara tidak boleh menunggu kilang berikutnya terbakar lagi baru bertindak. Ini soal keselamatan rakyat dan kedaulatan energi nasional,” pungkas Mulyanto.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya