Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Biro Pers Istana)

Politik

Diplomasi Prabowo Angkat Martabat Indonesia di Kancah Global

SENIN, 20 OKTOBER 2025 | 01:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Direktur Veritas Institut, Aldi Tahir, menilai satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menandai kebangkitan wajah baru diplomasi Indonesia. 

Menurutnya, gaya kepemimpinan Prabowo di panggung internasional berhasil mengangkat kembali martabat bangsa di mata dunia.

“Diplomasi Prabowo itu tegas tapi santun, berani tapi beretika. Indonesia tidak lagi jadi pengikut, tapi berdiri sebagai pemain utama di antara kekuatan global,” kata Aldi dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 19 Oktober 2025. 


Aldi menilai Prabowo mampu menempatkan Indonesia sebagai jembatan antara blok Barat dan Timur. Dalam berbagai forum internasional seperti KTT G20, ASEAN Summit, hingga dialog perdamaian Timur Tengah, Presiden Prabowo dinilai konsisten menyuarakan keadilan global dan kemerdekaan Palestina.

“Presiden Prabowo membawa etos ksatria dalam diplomasi. Ia berbicara apa adanya, tapi tetap dengan rasa hormat. Dunia menilai Indonesia kini punya sikap yang jelas,” ujarnya.

Lanjut Aldi, langkah Prabowo dalam membangun diplomasi pertahanan dan kemanusiaan membuat Indonesia dihormati banyak negara. Kemandirian industri pertahanan nasional, serta dorongan investasi strategis dari Timur Tengah, Jepang, dan Eropa, disebut sebagai bukti bahwa diplomasi Indonesia kini punya daya tawar tinggi.

“Dulu kita sering bicara soal kedaulatan tapi masih bergantung. Sekarang, diplomasi Indonesia berbicara dengan kekuatan nyata, dari sisi ekonomi, ada pertahanan, ada kredibilitas sebagai bangsa,” tegasnya.

Aldi menambahkan, keberanian dan konsistensi Prabowo menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia.
 
“Dunia melihat Indonesia sebagai bangsa besar yang tahu siapa dirinya. Setahun ini, Prabowo berhasil membuat dunia kembali menghormati kita,” tutupnya.


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya