Berita

Pengamat ekonomi Yanuar Rizki. (Foto: Youtube Forum Keadilan)

Politik

Nasib Purbaya Bisa Seperti Sri Mulyani dan Erick Thohir

MINGGU, 19 OKTOBER 2025 | 13:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat ekonomi Yanuar Rizki menilai gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa yang belakangan ramai diperbincangkan publik merupakan bagian dari upaya membangun persepsi dan personal branding yang kuat di ruang publik. 

Namun, ia mengingatkan, gaya ini bisa menjadi pedang bermata dua jika tidak diimbangi dengan hasil nyata di sektor ekonomi.

“Purbaya ini gaya orang capital market, ngomong dulu baru nanti dia lihat kejadian seperti apa,” ujar Yanuar lewat kanal Youtube Forum Keadilan TV, Minggu, 19 Oktober 2025.


Menurut Yanuar, pola komunikasi seperti itu lumrah di pasar modal, karena seorang market maker biasanya berupaya membentuk arah sentimen sebelum bertindak. 

Namun posisi Purbaya sebagai Menteri Keuangan menuntut kehati-hatian yang berbeda, sebab ucapannya dapat berpengaruh langsung terhadap ekspektasi publik dan pelaku ekonomi.

“Kalau kita bicara di media sosial, isu yang dibawa Purbaya ini masuk ke alam pikiran banyak orang. Dia datang di saat publik mulai jenuh dengan figur Sri Mulyani,” tambah Yanuar.

Ia membandingkan, di masa awal kemunculannya dulu, Sri Mulyani juga dianggap sebagai “Dewi Penyelamat” ekonomi Indonesia. Namun, seiring waktu, persepsi publik mulai berubah seiring tekanan kebijakan dan kondisi ekonomi yang tak selalu stabil.

“Sama juga dengan Purbaya. Orang melihatnya potensial, tapi kita harus clear bahwa ini memang personal branding yang digarap. Belum tentu itu yang benar-benar dibutuhkan negara saat ini,” ujarnya.

Yanuar menjelaskan, membentuk persepsi di media sosial memang bisa berdampak terhadap pergerakan ekonomi, asal audiens yang menerima pesan itu adalah pelaku ekonomi nyata.

Namun Yanuar menilai, efektivitas gaya komunikasi Purbaya akan bergantung pada kemampuannya membangkitkan kepercayaan (trust) publik dan pelaku ekonomi. 

“Ia bisa membangkitkan kepercayaan kalau ekonomi benar-benar pulih. Kalau tidak, dia akan mengalami apa yang dialami Sri Mulyani,” ujarnya.

Ia bahkan menyinggung contoh Erick Thohir, yang sempat mendapat simpati besar sebagai Menteri BUMN dan Ketua PSSI, namun kemudian menghadapi penurunan kepercayaan publik setelah gagal di berbagai momentum penting.

“Tipikal seperti Purbaya, dari sisi komunikasi, bisa saja mengalami hal yang sama. Di awal dielu-elukan, tapi di kemudian hari orang bisa cepat berbalik arah,” pungkas Yanuar.


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

Gus Yaqut dan Jokowi, Siapa yang Benar?

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:09

Ketika Eropa Abad ke-18 Begitu Jorok, Terbelakang, dan Menjijikkan

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:05

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

Mantan Ketua LMND Muhammad Asrul Gabung PSI

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:12

Kentungan Oranye Anies

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:01

Pemain Saham Gorengan Bakal Disikat

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:27

MUI: Board of Peace Neokolonialisme Gaya Baru

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:17

Jokowi Hadiri Rakernas PSI, tapi Tak Sanggup ke Pengadilan, Warganet: Penyakit Kok Pilih-pilih

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:01

Prabowo Pede Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Modal

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:15

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai Inti SPPG Jadi PPPK Picu Kecemburuan

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:06

Selengkapnya