Berita

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Nasdem, Ahmad Lukman Jupiter. (Foto: Humas Nasdem)

Nusantara

Jupiter Legislator Muda yang Guncang “Lahan Basah” Parkir Jakarta

MINGGU, 19 OKTOBER 2025 | 12:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Di tengah sunyinya suara pengawasan dan apatisnya aktivis antikorupsi, muncul nama Ahmad Lukman Jupiter, legislator muda dari Partai NasDem yang kini menjadi sorotan karena keberaniannya membongkar kebocoran pendapatan daerah dari sektor parkir.

Jakarta merupakan provinsi dengan anggaran fantastis, mencapai puluhan triliun rupiah per tahun. Tapi, potensi pendapatan daerah (PAD) justru banyak menguap, terutama di sektor perparkiran. Bertahun-tahun, isu ini hanya jadi bisik-bisik, tanpa ada yang benar-benar menelusuri ke mana uang parkir itu mengalir.

Sampai akhirnya, Jupiter pun turun tangan. Awalnya, dugaan kebocoran pajak parkir muncul dari laporan media. Jupiter kemudian menelusuri lebih dalam, menghitung potensi pendapatan yang hilang. 


Hasilnya mencengangkan Pemprov DKI berpotensi kehilangan hingga Rp1,5 triliun per tahun akibat tata kelola parkir yang amburadul dan permainan oknum di lapangan.

“Potensi pajak parkir ini luar biasa besar, tapi selama ini tidak dikelola dengan profesional. Ada dua jenis parkir—off street dan on street—belum lagi parkir liar di gerai-gerai minimarket dan kawasan ekonomi,” tegas Jupiter lewat keterangan resminya, Minggu, 19 Oktober 2025.

Keberanian Jupiter ini mengguncang status quo. Hasil temuannya membuat DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran, dengan Jupiter sebagai ketua. Langkah itu langsung memicu reaksi keras para pebisnis parkir. Beberapa lokasi bahkan disegel karena dianggap beroperasi tanpa izin resmi.

“Kalau PAD Jakarta mau kuat, ya mulai dari menutup kebocoran yang selama ini dibiarkan,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun angkat topi untuk langkah ini. Ia mendukung penuh usulan agar sistem parkir beralih ke pembayaran non-tunai yang langsung terkoneksi ke Bapenda. 

“Dengan cashless system, tidak ada lagi ruang main bagi oknum,” kata Pramono.

Lahir di Tanjung Pandan, Bangka Belitung, pada 22 Mei 1987, Jupiter adalah figur muda dengan latar belakang ekonomi mapan. Sebelum menjadi legislator, ia sudah dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang properti, ekspedisi, dan perbankan.

Pada Pemilu 2024, ia terpilih kembali ke DPRD DKI dengan 25.765 suara, tertinggi di dapilnya. Kini menjabat Ketua Fraksi NasDem, Jupiter dikenal fokus pada isu-isu strategis seperti pengangguran, pendidikan gratis, transportasi publik, dan pangan murah.

Kini, publik menanti, apakah langkah Jupiter lewat Pansus Perparkiran benar-benar mampu menutup kebocoran triliunan rupiah itu, dan sekaligus mengembalikan kepercayaan warga terhadap lembaga dewan yang bermarkas di Kebon Sirih.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya