Berita

Delegasi internasional dalam kegiatan International Capacity Development Program (ICSP) for Coal Regions in Transition Kamis 16 Oktober 2025 (Foto: Humas OIKN)

Nusantara

Delegasi Internasional Dukung Nusantara jadi Model Kota Hijau dan Cerdas Dunia

SABTU, 18 OKTOBER 2025 | 11:55 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menjadi tuan rumah International Capacity Development Program (ICDP) for Coal Regions in Transition, yang digelar di Swissotel Nusantara, Kalimantan Timur, Kamis, 16 Oktober 2025.

Program bertema “Just Energy Transition” ini diinisiasi oleh GIZ (German Corporation for International Cooperation) bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan Bappenas RI, turut melakukan kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Nusantara.

Kegiatan ini diikuti 43 delegasi dari berbagai negara yang antara lain seperti Chili, Kolombia, Afrika Selatan, Thailand, Vietnam, Jerman, Mongolia, dan Kazakhstan, untuk memperkuat kapasitas wilayah penghasil batu bara dalam bertransformasi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon.


Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit menegaskan bahwa arah pembangunan Nusantara sejalan dengan semangat transisi energi global.

“Kami menargetkan 100 persen energi terbarukan di IKN, efisiensi energi hingga 60 persen, serta net zero emissions pada 2045 di kawasan seluas 256 ribu hektare,” kata Agung dalam keterangan tertulisnya yang dikutip RMOL di Jakarta, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Sementara itu, Commission Manager GIZ-IKI JET Global Phillip Schattenmann, menyampaikan apresiasi atas sambutan IKN. “Ini momentum penting bagi negara-negara penghasil batu bara untuk berbagi ide dan mempercepat peralihan menuju energi bersih,” katanya.

Dari sisi peserta, Marietta Toro, International Affairs Advisor Kementerian Pertambangan dan Energi Kolombia, menyebut IKN sebagai contoh nyata kota masa depan.

“IKN menunjukkan bagaimana konsep kota pintar dapat berjalan seiring dengan komitmen terhadap lingkungan,” tambahnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya