Berita

Pendiri Indofast Digital, Dionisius A. Wibisono dan Mira Namira (Foto; Indofast)

Tekno

Startup Ini Buktikan Filosofi The Power of Segelas Kopi jadi Kunci Sukses Berbisnis

JUMAT, 17 OKTOBER 2025 | 10:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah hiruk pikuk persaingan teknologi yang mengandalkan iklan besar-besaran, sebuah perusahaan IT lokal membuktikan bahwa kepercayaan dan jaringan personal masih menjadi kunci sukses berbisnis. Indofast Digital, startup yang fokus pada Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), mengklaim 90 persen kliennya datang melalui apa yang mereka sebut “the power of segelas kopi”.

“Kita punya prinsip the power of segelas kopi, yaitu karena kita semua berdasarkan network, dari teman ke teman,” ungkap Dionisius A. Wibisono, Direktur Utama Indofast Digital, kepada media di Jakarta, dikutip Jumat 17 Oktober 2025. 

Strategi sederhana namun efektif ini terbukti membawa perusahaan sukses menangani proyek-proyek besar, seperti pengerjaan ribuan titik CCTV. Namun begitu, Dionisius belum bisa mengungkapnya dengan terang.


Berbeda dengan kompetitor yang menawarkan solusi terpisah-pisah, Indofast Digital yang didirikan Dionisius bersama Mira Namira ini menghadirkan sistem terintegrasi yang menggabungkan IoT dan AI untuk predictive maintenance. Teknologi ini memungkinkan perusahaan memprediksi kerusakan mesin sebelum terjadi.

“Misalnya udah 10 persen aja, si sensornya ngirim data: ‘Eh ini filternya perlu diganti.’ Jadi si pabrik bisa hemat cost, nggak harus tunggu rusak 100 persen,” jelas Mira Namira selaku  marketing director perusahaan. 

Dengan maintenance yang tepat waktu, umur mesin yang seharusnya habis dalam 5 tahun bisa bertahan hingga 10-15 tahun, menghemat biaya investasi peralatan baru yang mencapai miliaran Rupiah.

Mra juga menjelaskan bahwa proyek CCTV yang dikembangkan Indofast Digital jauh melampaui fungsi rekaman biasa. Sistem mereka mampu mendeteksi jumlah kendaraan, menghitung kerumunan massa, bahkan membaca plat nomor kendaraan. 

“Plat nomor mobil itu nanti kebaca, nanti langsung ke-link database. Jadi kalau misalnya ada kecelakaan, real time kita tahu ini mobilnya siapa,” ungkap Mira.

Yang membedakan dari kompetitor adalah sistem sentralisasi. Jika sebelumnya setiap vendor menggunakan platform berbeda yang menyulitkan koordinasi, Indofast Digital menciptakan satu dashboard terpadu untuk memantau seluruh kamera di satu kota. Bahkan, perusahaan ini tengah mengembangkan teknologi AI untuk mengidentifikasi ambulans dan otomatis mengubah lampu merah menjadi hijau?"sebuah mimpi besar untuk smart city masa depan.

Inovasi terbaru yang dikembangkan adalah sistem parkir otomatis tanpa tap kartu. Saat kendaraan masuk, kamera langsung menangkap plat nomor, wajah pengemudi, dan karakteristik mobil. Plat nomor kemudian dijadikan ID unik yang mencatat waktu masuk-keluar.

“Nggak perlu tap-tapan kartu. Masuk, di-capture, jebret! Pelat nomor itu kami jadikan ID,” kata Dionisius. Sistem ini bahkan bisa mengenali pola kunjungan. Jika ada kendaraan mencurigakan, security bisa langsung tahu karena data historis tersimpan lengkap.

Dalam persaingan harga, Indofast Digital punya filosofi unik. Mereka menempatkan harga sebagai prioritas kedua setelah kepercayaan dan kualitas solusi.  Perusahaan ini  juga menawarkan solusi tailor-made yang dinamis, menyesuaikan dengan kebutuhan klien?"baik pemerintah maupun swasta. Proses pengerjaan melibatkan beberapa tahap: penggalian kebutuhan, brainstorming, hingga pembuatan prototype sebelum disajikan ke klien.

Perjalanan Indofast Digital dimulai dari pengembangan aplikasi mobile sebelum bertransformasi ke IoT. Yang menarik, perusahaan ini mengklaim telah mengembangkan chatbot berbahasa Indonesia bahkan sebelum Meta AI diluncurkan.

“Sebelum Meta itu lahir, kita sudah menciptakan duluan. Bahkan versinya bahasa Indonesia,” ungkap Dionisius.

Kini, mereka tengah mengembangkan AI assistant untuk UMKM yang lebih terjangkau dan mudah digunakan, dengan proses training yang lebih cepat dibanding kompetitor.

Dengan kombinasi keahlian teknis, manpower IT yang solid, dan strategi bisnis berbasis kepercayaan, Indofast Digital membuktikan bahwa di era digital sekalipun, hubungan personal tetap menjadi fondasi bisnis yang kokoh. Atau seperti yang mereka sebut: the power of segelas kopi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya