Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham Barang Mewah Pimpin Penguatan di Bursa Eropa

KAMIS, 16 OKTOBER 2025 | 08:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa ditutup lebih tinggi dipimpin lonjakan saham barang mewah. 

Saham LVMH melambung 12,2 persen, kenaikan harian terbesar sejak Januari, setelah pemilik merek Louis Vuitton dan Dior itu melaporkan penjualan kuartal III yang melampaui ekspektasi pasar, karena  peningkatan permintaan dari konsumen di China. Saham barang mewah lain seperti Hermes, Kering, Richemont, dan Moncler juga melesat antara 4,7 persen hingga 7,8 persen.

Dikutip dari Reuters, indeks blue-chip Prancis CAC 40 yang banyak berisi saham barang mewah melonjak 1,99 persen atau 157,38 poin menjadi 8.077,00 pada perdagangan Rabu 15 Oktober 2025 waktu setempat. Indeks acuan kawasan STOXX 600 menguat 0,57 persen atau 3,23 poin menjadi 567,77. Indeks DAX Jerman justru melemah 0,23 persen atau 55,57 poin ke posisi 24.181,37. FTSE 100 Inggris turun 0,30 persen atau 28,02 poin ke level 9.424,75.


Saham TotalEnergies juga menguat 3,7 persen setelah perusahaan minyak asal Prancis tersebut memperkirakan laba kuartal III akan meningkat berkat produksi hulu yang lebih tinggi dan margin penyulingan yang membaik, meski harga minyak menurun. Dari sisi laporan keuangan, saham ASML Holding melejit 3,1 persen setelah produsen peralatan pembuat chip terbesar di dunia itu mencatat pesanan kuartal III dan proyeksi kuartal IV yang melampaui perkiraan pasar.

Saham Stellantis melonjak 3,2 persen setelah mengumumkan rencana investasi baru senilai 13 miliar Dolar AS di Amerika yang dinilai dapat membantu pabrikan otomotif tersebut mengimbangi dampak tarif perdagangan yang tinggi.

Sebaliknya, saham Aurubis, produsen tembaga asal Jerman, anjlok 6,5 persen setelah pemegang saham mayoritas Salzgitter meluncurkan penawaran obligasi senilai 500 juta euro yang dapat ditukar dengan saham Aurubis -- langkah yang menurut para trader menjadi penyebab kejatuhan harga saham perusahaan tersebut. 

Sentimen positif di pasar Eropa juga didorong oleh laporan laba kuat dari bank-bank kakap Amerika Serikat, serta pernyataan Chairman Federal Reserve Jerome Powell yang meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya