Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: presidenri.go.id)

Politik

Beda dengan Jokowi, Popularitas Prabowo Tak Semu

SENIN, 13 OKTOBER 2025 | 09:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Popularitas Presiden Prabowo Subianto jika dibandingkan dengan mantan presiden Joko Widodo (Jokowi), dapat dibuktikan dan bukan angan-angan semu. 

Direktur Eksekutif Survei dan Poling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara menilai, perbedaan populaitas tersebut sangat mencolok, terlihat dalam kehidupan Prabowo di dunia politik dengan kehidupan Jokowi dan anak-anaknya.

"Pasca terpilihnya Prabowo sebagai presiden, publik semakin menyadari bahwa dalam proses demokrasi di Indonesia, seseorang harus melalui proses politik step by step," ujar Igor kepada RMOL di Jakarta, Senin, 13 Oktober 2025.


Ia menilai, Prabowo telah melalui proses cukup panjang untuk memperjuangkan hal politiknya untuk dipilih, tidak sekadar numpang di partai politik (parpol).

"Tidak instan, (dia) sosok yang mau membangun partai politik dari nol,"  tuturnya.

Igor pun membandingkan proses yang dijalani Prabowo untuk mencapai pucuk kepemimpinan tertinggi di Indonesia, dengan proses yang dijalani Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Salah satu indikator paling mencolok, menurut Igor, terkait dengan relasi kekuasaan dengan sang pemimpin. Dimana, Prabowo tidak seperti Gibran yang mengandalkan nama besar bapaknya, yaitu Jokowi.

"Atau tidak mengandalkan popularitas semu dari bapaknya," demikian Igor menambahkan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya