Berita

bank bjb turut memberikan penawaran Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri Obligasi Negara Ritel (ORI) 028. (Foto: Dok. bank bjb)

Bisnis

ORI028: Investasi Fleksibel dan Menguntungkan Bersama bank bjb

JUMAT, 10 OKTOBER 2025 | 12:02 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penawaran Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri Obligasi Negara Ritel (ORI) 028 turut dilakukan bank bjb. Produk investasi ini resmi dibuka mulai 29 September hingga 23 Oktober 2025 dan dapat diakses secara mudah melalui layanan bank bjb.

Nasabah dan calon investor cukup memesan ORI028 secara daring melalui laman resmi di infobjb.id/sbn. Dengan begitu, siapa pun dapat mendaftar dan melakukan pembelian dengan proses yang cepat dan praktis.
 
ORI028 menawarkan dua tenor, yaitu tiga tahun (ORI028T3) dengan kupon tetap sebesar 5,35 persen per tahun, dan enam tahun (ORI028T6) dengan kupon sebesar 5,65 persen per tahun.


"Tingkat kupon ini bersifat fixed rate dan dibayarkan setiap bulan hingga jatuh tempo," kata Corporate Secretary bank bjb, Herfinia, Jumat, 10 Oktober 2025.
 
Di tengah tren penurunan suku bunga, ORI028 menjadi instrumen yang kompetitif. Kupon yang diberikan lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga deposito perbankan, sehingga memberikan nilai tambah bagi investor ritel.
 
Selain itu, ORI028 memberikan keuntungan pajak yang lebih rendah dibandingkan deposito. Pajak kupon ORI028 hanya sebesar 10 persen, sementara pajak bunga deposito mencapai 20 persen.
 
Dari sisi keamanan, ORI028 menjadi instrumen investasi yang sepenuhnya dijamin oleh pemerintah. Seluruh nilai pokok yang ditanamkan akan dikembalikan saat jatuh tempo, sehingga memberikan ketenangan penuh bagi para investor.
 
"Masyarakat dapat mulai berinvestasi dari nominal Rp1 juta hingga batas maksimal Rp5 miliar untuk tenor tiga tahun dan Rp10 miliar untuk tenor enam tahun," sambungnya.
 
Fleksibilitas lainnya adalah ORI028 dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Hal ini berarti investor memiliki kesempatan untuk mencairkan investasinya sebelum jatuh tempo dengan menjual di pasar sekunder sesuai harga pasar saat itu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya