Berita

(Foto: Dok. MIND ID)

Bisnis

MediaMIND Ajak Mahasiswa Angkat Inovasi Tambang Berkelanjutan untuk Masa Depan

KAMIS, 09 OKTOBER 2025 | 18:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, terus memperluas kolaborasi dengan masyarakat untuk mendorong lahirnya gagasan dan inovasi bagi masa depan industri pertambangan yang berkelanjutan. 

Bersama Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia, MIND ID menggelar kegiatan Sosialisasi Karya Jurnalistik MediaMIND 2025 bertema “MIND ID untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.”

Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran dan diskusi mengenai peran dan inovasi strategis industri pertambangan yang terus berinovasi dalam mendukung transisi energi nasional dan penguatan ekonomi hijau.


Chairperson SRE Indonesia, Reiner Nathaniel, menyampaikan bahwa MediaMIND menjadi ajang penting untuk memperluas perspektif generasi muda terhadap sektor pertambangan Indonesia. 

"Kami percaya MediaMIND dapat mencegah berbagai miskonsepsi, memperkuat akuntabilitas, sekaligus mengangkat inovasi berkelanjutan yang bermanfaat bagi sektor pertambangan,” ujar Reiner dalam keterangan tertulis, Kamis 9 Oktober 2025.

Menurut Reiner, industri pertambangan memiliki peran vital seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi bersih dan pengembangan teknologi hijau. 

Karena itu, dia berpendapat bahwa program hilirisasi yang tengah digalakkan pemerintah menjadi langkah penting untuk terus dilanjutkan. 

Di samping itu, Rainer menambahkan, keberhasilan hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai tambah mineral dan daya saing industri, tetapi juga menciptakan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal. 

Reiner juga menggarisbawahi penerapan Good Mining Practices (GMP) yang sudah semakin luas di sektor pertambangan Indonesia. 

Menurutnya, penerapan GMP secara disiplin telah membantu menurunkan risiko operasional, meningkatkan efisiensi, serta memberi manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang. 

"GMP adalah kunci keberlanjutan. Kita harus memastikan penerapannya berjalan konsisten, mulai dari tahap pra-tambang hingga pascatambang,” jelasnya.

Sementara Department Head of ESG Performance & Reporting MIND ID, Arief Rifiandi Wiwaha mengungkapkan bahwa MIND ID memiliki program inovatif penjagaan lingkungan yang berfokus pada dekarbonisasi. 

Program ini dijalankan dengan melakukan efisiensi operasional guna menekan emisi, mengganti bahan bakar dengan emisi karbon lebih rendah hingga penguatan porsi penggunaan energi terbarukan pada operasional Grup MIND ID.

Beberapa langkah nyata grup MIND ID yang sudah dijalankan dalam upaya dekarbonisasi, di antaranya mengonversi bahan bakar rendah karbon seperti mengganti bahan bakar dengan 35 persen bio-diesel, penggantian coal handling dari Excavator dan Dump Truck solar ke BWE bertenaga listrik, penggunaan dua unit PLTA di Sungai Asahan, serta penggunaan Solar Photovoltaic (PV) di area PT Timah Industri.

Program reklamasi dan reforestasi juga dijalankan secara secara konsisten agar mampu mengembalikan keseimbangan alam setelah pasca kegiatan tambang.

"Semua hal yang kami lakukan ini diharapkan dapat  mengurangi emisi gas rumah kaca. kami tentu akan terus proaktif untuk dapat memberi kontribusi bagi penjagaan alam Indonesia," katanya. 

Melalui kegiatan ini, MIND ID dan SRE Indonesia berharap semakin banyak mahasiswa yang terinspirasi untuk melahirkan karya reportase, gagasan, riset, hingga inovasi yang berkontribusi bagi pengembangan pertambangan berkelanjutan dan peradaban masa Indonesia.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya