Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Kebijakan Efisiensi Lebih Kejam dari Covid-19

SENIN, 06 OKTOBER 2025 | 00:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kebijakan efisiensi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menuai kritik dari banyak kalangan. 

Founder Nusa Ina Connection (NIC) Abdullah Kelrey menilai pemangkasan anggaran tersebut berpotensi menekan masyarakat kecil hingga sektor vital di daerah.

“Efisiensi anggaran ini justru bisa lebih kejam dari Covid-19, karena dampaknya langsung dirasakan di banyak lini, mulai dari bantuan sosial hingga pertumbuhan ekonomi,” ujar Kelrey dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 5 Oktober 2025.


Menurutnya, kebijakan efisiensi yang tidak tepat sasaran bisa menciptakan krisis sosial dan ekonomi baru. 

Lanjut Kelrey, pemotongan belanja negara harus dibarengi dengan strategi perlindungan sosial yang jelas agar tidak memperburuk kondisi masyarakat.

“Salah satu dampak nyata dari kebijakan ini adalah gelombang aksi besar-besaran yang sempat dilakukan masyarakat beberapa waktu lalu,” jelas dia

“Kalau ada aksi seperti itu lagi, jangan salahkan masyarakat. Itu bentuk luapan emosi karena tekanan hidup yang semakin berat,” pungkasnya.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya