Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: YouTube DPR)

Politik

Puan Minta Maaf Kalau Anggota Dewan Belum Sempurna dalam Bekerja

KAMIS, 02 OKTOBER 2025 | 12:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika sejauh ini belum sepenuhnya menjalankan tugas sebagai wakil rakyat secara sempurna. 

Hal itu disampaikan Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Kinerja DPR Tahun Sidang 2024-2025, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2025.

"Dengan penuh kerendahan hati, atas nama seluruh anggota dan Pimpinan DPR RI, kami meminta maaf, kepada rakyat Indonesia apabila belum sepenuhnya dapat menjalankan tugas kami sebagai wakil rakyat secara sempurna," ucap Puan.


Namun begitu, Legislator PDIP itu berjanji akan menjadikan kritik dan masukan dari rakyat sebagai pendorong untuk menyempurnakan diri. Sekaligus bertransformasi menjadi lebih baik dalam memenuhi amanat rakyat. Transformasi DPR, kata Puan, hanya bisa berjalan jika seluruh anggota DPR mengambil peran, tanpa perlu menunggu orang lain. Peran tersebut diambil dalam berbagai macam aksi.

"Transformasi DPR RI, hanya akan dapat berjalan apabila kita semua, seluruh anggota DPR RI, dari seluruh fraksi; ikut mengambil peran dan tanggung jawab, bergotong royong, kerja bersama; mengambil langkah nyata yang dapat kita lakukan bersama tanpa harus menunggu orang lain,” ujarnya. 

“Kita sendirilah yang melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik, bukan orang lain," sambung Puan.

Transformasi DPR menjadi nyata jika anggota dewan bertindak. Ia pun mengajak seluruh anggota dewan untuk mewujudkan DPR sebagai rumah rakyat yang sesungguhnya. Kata Puan, visi tanpa aksi hanyalah mimpi. Tetapi aksi bersama dengan visi yang jelas, akan membawa kebaikan bagi semua.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya