Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: abc)

Dunia

Ini yang Trump Lakukan jika Benar-benar Terjadi Government Shutdown

RABU, 01 OKTOBER 2025 | 08:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (AS) terancam mengalami government shutdown (penutupan pemerintahan) mulai Selasa tengah malam, 30 September 2025, pukul 00.00 waktu Washington DC atau Rabu siang WIB.

Presiden Donald Trump mengancam akan memecat massal pegawai federal jika penutupan ini benar-benar terjadi, sementara Demokrat dan Republik masih buntu soal anggaran pemerintah.

“Kita mungkin bisa berbuat banyak, dan itu hanya karena Partai Demokrat,” kata Trump ketika ditanya soal jumlah pegawai pemerintah yang bisa dipecat, dikutip dari Reuters, Rabu 1 Oktober 2025.


Gedung Putih sebelumnya sudah memerintahkan lembaga-lembaga federal untuk menyiapkan rencana darurat jika shutdown terjadi. Menurut perkiraan Kantor Anggaran Kongres, sekitar 750 ribu pegawai federal terancam tidak digaji dan dirumahkan sementara, bahkan jika Trump tidak jadi melakukan pemecatan permanen.

Kebuntuan ini bisa menjadi pukulan politik besar bagi Trump dan Partai Demokrat, apalagi pemilu paruh waktu sudah di depan mata. Kedua kubu kini saling menyalahkan di depan publik.

Pemimpin Senat Demokrat, Chuck Schumer, menuduh Trump mencoba memaksa mereka mendukung rancangan anggaran yang berat sebelah. Sementara itu, Trump menyalahkan Demokrat sebagai pihak yang “mengambil risiko dengan melakukan penutupan pemerintahan.”

Dunia usaha pun ikut cemas. Saham berfluktuasi pada Selasa pagi watu setempat karena investor khawatir shutdown akan mengganggu data ekonomi penting yang dibutuhkan The Fed untuk memutuskan suku bunga.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya