Berita

Kuasa hukum PT MNC Asia Holding Tbk, Hotman Paris (kanan). (Foto: RMOL)

Hukum

CMNP-MNC Masih Panas, Hotman Singgung Debat Terbuka

SELASA, 30 SEPTEMBER 2025 | 13:03 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perkara gugatan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) terhadap PT MNC Asia Holding Tbk terkait perbuatan melawan hukum dan transaksi tukar-menukar surat berharga NCD masih memanas.

Kuasa hukum PT MNC Asia Holding Tbk, Hotman Paris baru-baru ini menyinggung tantangan debat terbuka yang telah dijawab kuasa hukum CMNP, Lucas dengan alasan tidak etis.

"Itu enggak etis. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada rekan saya Hotman Paris, kita kan sudah memulai persidangan di Pengadilan Jakpus, sudah replik, sekarang sudah duplik,” ujar Lucas dalam potongan video yang dikutip dari akun Instagram Hotman, Selasa, 30 September 2025.


Mendengar jawaban tersebut, Hotman merasa bingung. Sebab bagi Hotman, pihak lawan telah terlebih dahulu mengekspose ke media massa.

"Yang duluan ngoceh di media sepihak ya kamu! Ayok di podcast siapa pun asalkan live! Harga diri hilang kalau tidak berani debat terbuka! Ayok Hotman lawan 100 tim lawyer CMNP,” tulis Hotman Paris.

Lucas menyebut seluruh proses sengketa sedang berjalan di pengadilan. Maka sudah sepatutnya semua pihak menghormati proses peradilan yang sedang berjalan.

"Kalau di podcast, TV, siapa yang jadi juri? Nanti panas kan. Tapi kalau misalnya dari pihak rekan Hotman mau di iNews-nya Hotman Paris silakan saja, tapi saya rasanya enggak perlulah,” kata Lucas.

Tantangan debat terbuka sebelumnya telah disampaikan Hotman melalui akun media sosialnya pada Jumat, 4 September 2025. Hotman berdalih, debat tersebut bisa memberikan pendidikan hukum kepada masyarakat.

"Ayo dong, berani enggak? Daripada bikin-bikin video seperti entah siapa yang bikin video-video, mendingan berdebat ayo," ujar Hotman kala itu.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya