Berita

(Foto: Dok. MIND ID)

Bisnis

MIND ID Bersama Masyarakat Ubah Sampah Menjadi Produk Bernilai

SENIN, 29 SEPTEMBER 2025 | 14:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID berkomitmen hadir bersama masyarakat menciptakan ekonomi sirkuler yang mengintegrasikan peningkatan nilai tambah bisnis dengan keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah operasional.

Komitmen ini menjadi bagian dari upaya MIND ID bersama seluruh Anggota Grup dalam memperkuat fondasi masa depan Indonesia yang berkelanjutan.

Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menjelaskan bahwa masyarakat di daerah memiliki semangat besar untuk ikut berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi sirkuler. 


MIND ID pun konsisten menghadirkan program pemberdayaan yang terintegrasi dengan rantai pasok operasional Grup, sehingga mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Ekonomi sirkuler adalah ekosistem peradaban masa depan. Kami akan konsisten mengajak semua kalangan untuk ikut mendukung program ini, sehingga dampak yang ditargetkan dapat tercapai,” ungkap Pria Utama dalam keterangan tertulis, Senin 29 September 2025.

Salah satu program yang terus dioptimalkan adalah Bank Sampah milik PT ANTAM Tbk, yang berhasil menggerakkan ribuan warga untuk memilah sampah dari rumah dan mengumpulkannya di titik pengumpulan terpusat. 

Selama 2024, program ini telah menghasilkan 1.750 kilogram kompos yang berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem lokal di sekitar area operasi perusahaan.

Sementara itu, PT Freeport Indonesia menginisiasi program Rumah Kompos di tiga desa, yakni Desa Manyar Sidorukun, Desa Manyarejo, dan Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Program ini menjadi solusi pengelolaan sampah organik sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Ratusan warga kini semakin sadar akan pentingnya mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan penghijauan lingkungan sekitar.

Di sisi lain, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) turut melibatkan masyarakat dalam pengolahan eceng gondok dari Bendungan PLTA Asahan menjadi pupuk dan kompos, serta memanfaatkan limbah kertas bekas menjadi produk bernilai tambah. 

Melalui rangkaian workshop, pendampingan, dan dukungan dari INALUM, puluhan masyarakat sekitar PLTA Asahan kini memiliki keterampilan baru dalam mengolah limbah, sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi yang tengah digencarkan Pemerintah.

Melalui berbagai inisiatif ini, MIND ID memastikan bahwa upaya dalam pemberdayaan masyarakat tidak sekadar berbasis output, tetapi benar-benar mampu menghadirkan dampak yang besar bagi masyarakat dan penguatan fondasi bagi peradaban masa depan. 

"Kami ingin hadir, bukan hanya sekadar penggerak bagi penciptaan nilai tambah dari sumber daya alam mineral Indonesia, tetapi juga terus menggerakkan masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan peradaban masa depan yang berkelanjutan," demikian Pria Utama.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya