Berita

Tim Sekolah Mazhab Ciputat berfoto bersama Komaruddin Hidayat (tengah, depan) dan Lies Marcoes Natsir (kanan, depan) saat acara Studium Generale dan Pembukaan Resmi Sekolah Mazhab Ciputat Angkatan 1. (Foto: Dokumentasi Tim Sekolah Mazhab Ciputat)

Nusantara

Sekolah Mazhab Ciputat Hidupkan Warisan Tradisi Intelektual

SENIN, 29 SEPTEMBER 2025 | 00:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Atmosfer tradisi intelektual khas Mazhab Ciputat sangat terasa di ruang pertemuan Roemah Nena Resto, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada Jumat, 26 September 2025.

Di ruang tersebut, berlangsung acara Studium Generale dan Pembukaan Resmi Sekolah Mazhab Ciputat Angkatan 1. 

Ada empat sekolah yang resmi dibuka yakni Sekolah Hukum dan Kebijakan Publik, Sekolah Feminisme dan Gerakan Perempuan, dan Sekolah Sastra dan Kepenulisan, serta memiliki 80 orang peserta dari berbagai latar belakang organisasi/universitas dengan 20 peserta pada masing-masing sekolah.


Saat acara berlangsung, Tim Sekolah Mazhab Ciputat juga meluncurkan secara resmi website dengan tautan https://mazhabciputat.id/.

Direktur Sekolah Mazhab Ciputat Zezen Zaenal Mutaqin menyatakan pembentukan tim hingga pembukaan resmi empat sekolah memakan waktu yang cukup singkat yakni hanya sekitar empat bulan sejak Mei 2025. 

Menurut dia, saat proses rekrutmen calon peserta pada Agustus 2025, terdapat lebih 350 pendaftar dari seluruh Indonesia dengan beragam organisasi, profesi, dan tingkat pendidikan dari S1 hingga S3. Pada akhirnya dengan proses seleksi yang sangat ketat dan objektif, Tim Sekolah Mazhab Ciputat memutuskan meluluskan 80 orang peserta yang  untuk empat sekolah yang memiliki mentor bereputasi pada bidangnya.

"Kami menamai Sekolah Mazhab Ciputat karena kami ingin mempunyai lini kajian model forum studi yang lebih terstruktur dengan satu dua orang mentor serta memiliki semacam silabus. Ini semacam aktivitas rutin Mazhab Ciputat. Kami ingin menghidupkan kembali warisan dan membangun tradisi intelektual Mazhab Ciputat," tegas Zezen dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 28 September 2025.

"Alhamdulillah kita akan memulai Sekolah Mazhab Ciputat Angkatan 1. Masing-masing sekolah menerima 20 peserta dan karena itu kita akan memiliki 80 orang peserta yang akan belajar secara offline bersama mentor selama 3 bulan ke depan sejak Oktober hingga Desember 2025," tambahnya.

Lulusan Science of Juridical Doctor (S.J.D.) dari UCLA School of Law USA ini menegaskan, selain empat sekolah terdapat juga dua program unggulan lainnya Sekolah Mazhab Ciputat yakni roundtable series yang mengkaji dan membahas isu-isu terkini/aktual dan klub kajian buku (KKB).

Lanjut Zezen, tentu saja apa yang Tim Sekolah Mazhab Ciputat lakukan pada Jumat, 26 September 2025 ini barulah langkah awal dan langkah kecil. Tantangan ke depan akan lebih besar. 

Kemungkinan akan ada orang yang tidak suka melihat orang lain melakukan sesuatu, meski mereka juga enggan melakukannya. Konteks ini pun dapat terjadi ketika ada orang atau kelompok tertentu menyoroti Sekolah Mazhab Ciputat.

"Jika tidak ada orang, organisasi atau kelompok yang mau mendorong mobil intelektualisme ini berjalan kembali, kita harus mendorongnya biar jalan. Ini kewajiban kolektif, fardu kifayah. Orang akan pesimis, mencibir, sinis, atau iri. Tapi itu biasa, itu tanda kita sedang melakukan sesuatu. Itu tanda apa yang kita lakukan dilihat dan dinilai orang," pungkasnya.

Sekolah Mazhab Ciputat berada di bawah naungan Nurcholish Madjid Training Center (NMTC). Pelaksanaan kegiatan sekolah bekerja sama dengan Pengurus Pusat Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (PP IKALUIN Jakarta) dan Logeeka.
 
Dua intelektual muslim yang lahir dari "rahim" Mazhab Ciputat tampil sebagai narasumber studium generale, yakni Ketua Dewan Pers sekaligus Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2006?"2015 Komaruddin Hidayat dan tokoh feminis sekaligus mantan Direktur Eksekutif Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB) Lies Marcoes Natsir. Studium generale berlangsung interaktif berbasis intelektual antara dua narasumber dengan para peserta.
 
Para peserta yang hadir dalam acara berasal dari beragam kalangan, organisasi, dan universitas, termasuk para peserta empat sekolah pada Sekolah Mazhab Ciputat.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya