Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS, Muhammad Kholid. (Foto: Humas PKS)

Politik

Munas VI PKS Teguhkan Soliditas dan Komitmen Majukan Indonesia

MINGGU, 28 SEPTEMBER 2025 | 12:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI dengan tema "Kokoh Bersama, Majukan Indonesia" pada Minggu, 28 September 2025 di Jakarta.

Kegiatan yang dihadiri lebih dari seribu peserta dari unsur DPP, MPP, DSP, Fraksi PKS DPR RI dan MPR RI, DPTW PKS, dan DPD PKS se-Indonesia menjadi titik tolak mengawali perjuangan pengurus PKS masa bakti 2025-2030 di pusat hingga daerah.
 
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS, Muhammad Kholid, dalam laporannya menyebut tema Munas VI PKS bukan sekadar slogan, tetapi mengandung ruh perjuangan PKS lima tahun ke depan.


"Kokoh berarti PKS harus bisa mengakar kuat ke dalam, soliditas struktur. Kita berkomitmen mencetak kader-kader partai yang bersih, peduli, profesional, dan negarawan," ujarnya.

Sementara kata "Bersama" menegaskan bahwa perjuangan PKS adalah perjuangan kolektif. Bergerak bersama kader, simpatisan, masyarakat sipil, kaum muda, senior maupun junior, untuk membangun dan memajukan Indonesia.

Dan makna “Majukan Indonesia” merujuk pada komitmen PKS sebagai bagian dari entitas partai politik yang siap menyukseskan pembangunan nasional sebagaimana termaktub dalam cita-cita para pendiri bangsa di Pembukaan UUD 1945.

Kholid juga mengutip amanah dari almarhum pendiri sekaligus guru PKS, K.H. Hilmi Aminuddin. 

“Beliau pernah mengatakan, partai ini bukan hanya milik segelintir orang tetapi milik umat dan bangsa. Kekuatan kita bukan karena ketokohan seorang individu, melainkan pada kekuatan kebersamaan, kesungguhan, dan pengorbanan kita bersama,” tutur Kholid.

PKS juga meluncurkan dua buku karya Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman yang berjudul Masa Depan Demokrasi Kita dan Presiden PKS Almuzzammil Yusuf yang berjudul Lima Rumah Perjuangan pada momentum Musyawarah Nasional (Munas).



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya