Berita

Aplikasi media sosial China (Foto: Andy Wong/AP)

Tekno

China Batasi Konten Negatif Pertumbuhan Ekonomi hingga Gosip Selebriti

RABU, 24 SEPTEMBER 2025 | 13:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Regulator internet China mengumumkan langkah baru untuk membatasi konten daring yang dianggap memicu permusuhan, kekerasan, maupun sentimen negatif. Bahkan komentar pesimistis terkait perlambatan ekonomi kini tak luput dari pengawasan.

Administrasi Siber China menyatakan akan melakukan inspeksi selama dua bulan ke depan pada topik populer, sistem rekomendasi konten, dan kolom komentar di media sosial. Unggahan yang memicu konflik antar-penggemar hingga konten berisi teknik doxxing juga termasuk dalam pengawasan.

Regulator menegaskan kampanye ini menyasar penyebaran informasi palsu, rumor ekonomi, narasi menyimpang terkait insiden, serta teori konspirasi yang bersifat sensasional.


“Unggahan yang menggembar-gemborkan pesimisme dan kenegatifan dengan klaim seperti kerja keras tidak ada gunanya atau belajar tidak ada gunanya, serta yang melebih-lebihkan kasus negatif terisolasi dan mendorong pandangan negatif terhadap kehidupan juga akan diawasi,” kata regulator, dikutip dari Reuters, Selasa 23 September 2025.

Langkah ini diambil setelah sejumlah platform besar seperti Kuaishou, Weibo, dan Xiaohongshu (RedNote) dikenai tindakan disipliner karena melanggar aturan konten.

Kekhawatiran pemerintah terhadap meningkatnya sentimen negatif makin menonjol tahun ini, seiring ekonomi yang lesu dan angka pengangguran anak muda yang tinggi.

Pengumuman tersebut datang hanya sehari setelah polisi Beijing menahan tiga orang yang dituduh menyebarkan rumor kematian aktor terkenal Yu Menglong. Rumor palsu dan video rekayasa terkait aktor berusia 37 tahun itu dinilai telah “sangat mengganggu ketertiban umum.”

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya