Berita

Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York. (Foto: Setpres)

Politik

Pidato Prabowo di PBB Bukti Suara Indonesia Kian Lantang untuk Palestina

RABU, 24 SEPTEMBER 2025 | 09:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, memberikan apresiasi atas pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York. 

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pidato tersebut semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai suara lantang bagi kemerdekaan Palestina.

“Bravo Pak Prabowo. Suara Indonesia kian lantang, Palestina merdeka kian dekat. Bukan jalan mudah, tapi terbuka lebar,” ujar Mardani lewat akun X milikinya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Rabu, 24 September 2025.


Anggota Komisi II DPR itu menekankan, perjuangan diplomasi Indonesia di PBB harus diiringi dengan dorongan reformasi lembaga internasional tersebut, khususnya mekanisme pengambilan keputusan.

“Saya juga berharap PBB bisa direformasi agar hak veto bisa dimanfaatkan, jadi voting mechanism misalnya,” sambungnya.

Mardani menilai, dukungan Indonesia ke depan tidak hanya berhenti pada diplomasi politik, tetapi juga perlu menyentuh aspek teknokratis bagi pembangunan Palestina. Ia menyoroti pentingnya memperkuat sektor privat agar masyarakat Palestina memiliki daya tahan ekonomi yang lebih baik.

“Ke depan kita juga perlu memastikan dukungan teknokrasi bagi pemerintahan Palestina, kuatkan sektor privat agar ikut berperan,” tegasnya.

Meski demikian, Mardani menegaskan bahwa prioritas utama saat ini tetap pada penghentian segala bentuk kekerasan di wilayah konflik.

“Tentu prioritas saat ini hentikan segala kekerasan. Wujudkan gencatan senjata dan buka akses bantuan kemanusiaan ke Gaza dan Tepi Barat,” tandasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya