Berita

Mata uang dolar AS dan rupiah. (Foto: Istimewa)

Bisnis

BI: Kredit Nganggur Tembus Rp2.372 Triliun

SELASA, 23 SEPTEMBER 2025 | 00:01 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan penyaluran kredit perbankan masih rendah meski likuiditas longgar dan suku bunga mulai turun. 

“Fenomena plafon kredit yang belum digunakan atau undisbursed loan ini kecenderungannya meningkat. Jumlahnya mencapai Rp2.372,1 triliun atau 22,71 persen (dari plafon kredit yang tersedia) pada Agustus,” kata Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin 22 September 2025.

Menurut Perry, ada tiga faktor utama yang menahan laju kredit, yakni tingginya special rate deposito yang membuat biaya dana (cost of fund) bank meningkat, beban operasional (over rate cost) perbankan, serta margin risiko kredit yang masih tinggi.


Dari sisi permintaan, pelaku usaha cenderung wait and see karena bunga kredit masih tinggi. Selain itu, korporasi lebih memilih memakai dana internal ketimbang pinjaman bank. 

“Sekarang sekitar 65,2 persen kebutuhan modal korporasi masih dibiayai dana internal, sementara penggunaan kredit hanya 18,4 persen,” kata Perry.

Adapun rasio undisbursed loan terbesar tercatat di sektor industri, pertambangan, jasa dunia usaha, dan perdagangan, khususnya pada jenis kredit modal kerja.



Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya