Berita

Kabinet Merah Putih. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Reshuffle jadi Instrumen Presiden Pastikan Loyalitas Koalisi

SENIN, 22 SEPTEMBER 2025 | 17:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden Prabowo Subianto dinilai tengah memastikan loyalitas jajaran Kabinet Merah Putih demi memastikan program pemerintahan berjalan dengan baik.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza menyebut langkah yang diambil Presiden Prabowo untuk menilai tolok ukur loyalitas, di antaranya dengan merombak struktur Kabinet Merah Putih.

"Pilihan untuk reshuffle, menjadi instrumen Presiden Prabowo memastikan loyalitas dan soliditas koalisi," ujar Efriza kepada RMOL di Jakarta, Senin, 22 September 2025.


Menurutnya, fakta yang nampak di permukaan belakangan ini memperlihatkan potensi gesekan kepentingan antar anggota koalisi partai politik di pemerintahan Presiden Prabowo. 

"Penyegaran memang memberi citra perbaikan kinerja, tetapi lebih mendalam ditengarai menjaga stabilitas politik," urainya.

Lebih lanjut, magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu memandang, untuk saat ini reshuffle dilakukan Presiden Prabowo untuk mengefektifkan kerja-kerja pemerintahan. 

Pasalnya, dia meyakini terdapat kepentingan elite politik yang masih terganggu dengan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo, sehingga juga berkemungkinan dapat menimbulkan instabilitas politik. 

"Reshuffle dilakukan agar kebijakan strategis, utamanya yang berkaitan dengan ekonomi, pertahanan, mewujudkan visi-misi dan program kerja dalam jangka pendek dan panjang, tidak lagi terganggu oleh tarik-menarik kepentingan di level elite," tuturnya.

"Atau seperti persaingan antara Prabowo dengan Geng Solo, maupun persaingan tak langsung dengan antar partai-partai politik," demikian Efriza menambahkan.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya