Berita

Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

PPP Sulit Recovery di Tangan Mardiono

OLEH: TONY ROSYID*
SENIN, 22 SEPTEMBER 2025 | 01:38 WIB

PELAKSANA Tugas Muhamad Mardiono berhasil mengkudeta Suharso Manoarfa. Saat Suharso Manoarfa sedang perjalanan ke Eropa, turun dari pesawat, ketua umum PPP sah ini dapat kabar dia telah dikudeta. Siapa yang mengkudeta? Mardiono.

Kudeta dilakukan di salah satu hotel di Serang Banten pada Sabtu dini hari, 5 September 2022. Sekitar tiga tahun lalu. Melalui Mukernas dadakan, Suharso Manoarfa dilengserkan.

Kenapa Suharso Manoarfa harus dikudeta? Karena akan mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024. Sesimpel itukah? Iya.


Para kader PPP menuduh, di belakang Mardiono ada Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi. Operasi senyap intelijen bekerja, dan sukses. Suharso Manoarfa terdepak dan digantikan Mardiono.

Saat dipimpin Suharso Manoarfa, PPP didukung oleh PolMark, lembaga survei ternama milik Eep Saefulloh Fatah sebagai konsultan politiknya. Berbasis data survei Polmark milik Eep, PPP secara elektoral cukup menguntungkan jika mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024. 

PolMark bekerja keras untuk menaikkan elektoral PPP, di antaranya dengan menyasar kelompok milenial yang menjadi pemilih pemula. Gerilya ke kelompok milenial telah dilakukan dengan cukup masif.

Di pertengahan jalan, Suharso Manoarfa dikudeta, sekaligus lembaga survei yang mengawalnya yaitu PolMark juga didepak. Kontrak PPP-PolMark berhenti. 

PPP selanjutnya dinakhodai Mardiono. Apa hasilnya? Pemilu 2024, giliran PPP yang dikudeta oleh konstituennya. PPP didepak dari Senayan. Terlempar dari Gedung DPR karena suara PPP tidak mencapai empat persen. Di bawah Parliamentary Threshold. Saat ini, PPP tidak punya satu pun kursi di DPR RI. Selamat tinggal PPP.

Suharso Manoarfa mungkin hanya bisa tersenyum melihat nasib PPP saat ini. "Lu sih..." kira-kira begitu gumam di hatinya. Tidak diketahui, apakah kopi yang sedang diseruput Suharso saat ini terasa pahit atau manis.

Saat ini, publik sama sekali tidak berminat bicara PPP. Ketika saya tulis tentang PPP, mayoritas netizen berkomentar sangat negatif. Di medsos, PPP dibully habis-habisan. Bukan karena PPP gagal masuk Senayan. PPP dibully lebih karena partai Islam ini dianggap sudah kehilangan spirit Ka'bahnya.

Elite PPP dianggap telah meninggalkan konstituennya. Sibuk dengan konflik, pertikaian dan perebutan kekuasaan. Gara-gara menyerahkan PPP untuk sepenuhnya diintervensi oleh kekuasaan Jokowi selama 10 tahun. Saat pemilu, giliran konstituen tinggalkan PPP.

Di era kepemimpinan Mardiono, PPP kolaps. Ini pertama kali PPP gagal masuk Senayan. PPP seperti ditelantarkan.

Tanggal 27 September 2025 ini, PPP menggelar Muktamar. Di Muktamar, calon ketum PPP akan dipilih. Mardiono maju lagi dan didukung oleh elite PPP pro status quo. Sementara kader PPP pro perubahan mendukung Agus Suparmanto, mantan Menteri Perdagangan. 

Siapa yang akan jadi ketua umum PPP di Muktamar kali ini? Kelompok status-quo atau kelompok pro-perubahan?

Jika pemenangnya adalah pro-status quo, sulit berimajinasi PPP bisa recovery. Sebaliknya, pro perubahan menawarkan peluang PPP kembali masuk Senayan.

Apapun hasil Muktamar, itulah pilihan sadar warga PPP. Setiap pilihan ada konsekuensi politiknya.

*Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

UPDATE

Tiba di Amman, Prabowo Disambut Putra Mahkota hingga Dikawal Jet Tempur

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit Didorong Optimisme AI

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:14

KPK Bakal Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Kasus Suap Importasi

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:55

Duduk Bareng Bahas Ritel: Upaya Mendag Sinkronkan Aturan dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:39

Mantan PM Norwegia Dirawat Serius Usai Dugaan Percobaan Bundir di Tengah Skandal Epstein

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:26

Indeks STOXX 600 Naik 0,23 Persen, Dekati Rekor Tertinggi di Tengah Dinamika Tarif AS

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:16

Kemenag Kejar Target: Dana BOP dan BOS Rp4,5 Triliun Harus Cair Sebelum Lebaran 2026

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:05

NasDem Berpeluang Mengusung Anies Lagi

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:51

Roy Suryo Cs versus Penyidik Polda Metro Makin Seru

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:34

Yuk Daftar Mudik Gratis 2026 Kota Bandung

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:24

Selengkapnya