Berita

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr (kiri) dan sepupunya sekaligus Ketua DPR Martin Romualdez (kanan). (Foto: AFP/TED ALJIBE)

Dunia

Ketua DPR Filipina Mundur Usai Terseret Skandal Korupsi

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2025 | 16:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ketua DPR Filipina Martin Romualdez resmi mengajukan pengunduran diri setelah namanya terseret dalam skandal korupsi proyek infrastruktur. 

Mundurnya Romualdez menambah daftar pejabat tinggi yang lengser akibat kasus serupa.

Mengutip AFP pada Kamis 18 September 2025, Ketua Senat Filipina Francis Escudero lebih dulu mundur pada awal bulan ini karena terjerat dalam kasus yang sama.


Romualdez, yang merupakan sepupu Presiden Ferdinand “Bongbong” Marcos saat ini digantikan oleh Faustino Dy, sekutu lama Marcos, sebagai Ketua DPR.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah pengusaha konstruksi menuduh hampir 30 anggota DPR dan pejabat Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya menerima suap. Nama Romualdez termasuk dalam tudingan tersebut.

Kelompok lingkungan Greenpeace bahkan memperkirakan sekitar 17,6 miliar Dolar AS (Rp290 triliun) dana hilang akibat korupsi proyek-proyek terkait iklim sejak 2023. 

Sorotan publik semakin besar setelah bencana banjir menewaskan banyak warga karena infrastruktur pengendalian air dianggap tidak memadai.

Ribuan warga diperkirakan akan turun ke jalan di ibu kota Manila dalam waktu dekat untuk menuntut pemberantasan korupsi di sektor infrastruktur.

Menanggapi tekanan publik, Presiden Marcos awal pekan ini membentuk komisi investigasi khusus yang dipimpin mantan hakim Mahkamah Agung Andres Reyes. Komisi beranggotakan tiga orang tersebut ditugaskan menyelidiki proyek-proyek pengendalian banjir selama 10 tahun terakhir.




Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya