Berita

(Foto: dokumentasi Kilang Pertamina Internasional)

Nusantara

Pelestarian Ikan Belida Upaya Kilang Pertamina Selamatkan Identitas Sungai Musi

RABU, 17 SEPTEMBER 2025 | 09:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sungai Musi tidak hanya menjadi simbol Kota Palembang. Dari sungai ini dikenal ikan melegenda yang tidak kalah populernya dengan Sungai Musi yaitu ikan belida. Ikan belida juga menjadi salah satu simbol makanan terkenal dari Palembang yaitu pempek.

Jika dilihat spesiesnya, ikan belida terbagi dalam empat jenis, yakni Belida Jawa (Notopterus Notopterus), Belida Sumatra (Chitala Hypselonotus), Belida Borneo (Chitala Borneensis), dan Belida Lopis (Chitala Lopis). Perbedaan ini disebabkan keberadaan ikan belida yang menyebar di sejumlah perairan di Indonesia. Pada 2020, Belida Lopis sempat dinyatakan punah (extinct). Namun kembali ditemukan berdasarkan hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ikan inilah yang awal mulanya dilestarikan oleh Kilang Pertamina Internasional (KPI).

Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani mengatakan, keterlibatan KPI dalam konservasi ikan belida berawal dari keprihatinan akan terus menurunnya populasi ikan belida. Menurutnya, ikan ini tak hanya sebuah spesies, namun juga merupakan identitas wilayah Sumatera Selatan yang patut untuk dilestarikan. Penangkapan yang berlebihan tidak dibarengi dengan upaya pelestarian, membuat ikan ini pada akhirnya langka.


“Populasi ikan belida semakin lama semakin menurun, ini yang membuat kami tergerak untuk ikut melakukan upaya pelestarian. Namun ini bukan hanya sekadar kepedulian untuk menyelamatkan sebuah spesies langka, tapi juga upaya untuk menyelamatkan identitas Sungai Musi yang merupakan salah satu ikon Indonesia,” ujar Milla.

Menurut Milla, Program Belida Musi Lestari dilaksanakan KPI pada 2019 setelah sebelumnya berdiskusi dengan sejumlah pemangku kepentingan, diantaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin, Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluh Perikanan (BRPPUPP), Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas PGRI Palembang dan Yayasan Diversitas Lestari Nusantara yang memiliki keresahan yang sama terhadap terus merosotnya populasi ikan belida di Sumsel.

Awalnya, program ini dilakukan untuk melestarikan ikan belida lopis atau Chitala Lopis. Namun pada perkembangannya, ikan Belida Jawa, Belida Sumatera dan Belida Borneo juga ikut dikembangbiakan. Konservasi dimulai pada 2019 ketika KPI menyelamatkan 30 ekor ikan belida dari nelayan. Ikan-ikan tersebut lalu dibudidaya oleh Pokdakan Mulia di Kelurahan Talang Bubuk.

Setahun kemudian, KPI bekerja sama dengan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluh Perikanan (BRPPUPP). Namun setelah terbitnya Perpres No. 34 Tahun 2022 yang menetapkan ikan belida hanya untuk kegiatan riset maka KPI menjalin kerja sama dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN). Selain kerja sama dengan BRIN, KPI juga mengembangkan ekosistem pendukung konservasi di Desa Sungai Gerong yang melibatkan Pokdakan Barokah dan Pokdakan Tunas Makmur melalui budidaya perikanan end-to-end terintegrasi yang memiliki komitmen sama untuk bisa melestarikan ikan belida.

“Lokasi pengembangbiakan ikan di Desa Sungai Gerong sangat cocok untuk konservasi ikan belida. Terlebih masyarakat disana juga sebelumnya juga mengembangbiakan ikan sepat yang merupakan pakan alami ikan belida,” tambah Milla.

Model Konservasi ini menelurkan 1050 butir dan menghasilkan 40 ekor generasi pertama (G1) ikan belida di kolam Resirkulasi Aquaculture System (RAS) melalui pemijahan semi-buatan. Keberhasilan tersebut membuat KPI makin semangat untuk melestarikan ikan belida dan pada tahun 2025 ini berkomitmen untuk mulai melakukan transisi konservasi ikan belida kepada masyarakat.

“Optimasi reproduksi ikan belida juga dilakukan dengan pemijahan semi-buatan. Dengan tiga teknik itu, tahun lalu, ikan belida yang dikonservasi KPI menghasilkan 1.050 telur dan menetaskan 64 ekor ikan belida generasi pertama,” tutur Milla.

KPI juga melakukan upaya-upaya untuk memaksimalkan penetasan telur. "Di alam liar, ikan belida ini cenderung pemalu dan suka bersembunyi, maka dari itu KPI melakukan inovasi pemanfaatan pipa Limbah Non-B3 kilang untuk rumah ikan Belida. Ikan belida bisanya menempelkan telurnya di akar atau kayu. Kemudian KPI dan BRIN juga melakukan inovasi dengan menggunakan palet kayu limbah Non-B3 kilang yang dimodifikasi sebagai shelter telur ikan belida," jelas Milla.

Seiring dengan hal itu, pada 2026 diharapkan bisa terbentuk Kawasan Edukasi Perikanan Terintegrasi & Berdikari di Desa Sungai Gerong, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, sebagai hasil paripurna dari Program Belida Musi Lestari.

Tak hanya itu, cita-cita besar KPI dari keseluruhan program ini adalah melepasliarkan ikan belida ke habitat aslinya, sebagai tanda meningkatkan populasi ikan tersebut, sehingga keluar dari status dilindungi secara penuh.

“Adalah menjadi mimpi kita semua untuk bisa melihat ikan belida bisa kembali berenang di Sungai Musi suatu hari nanti. Di saat yang bersamaan, tumbuh kesadaran masyarakat untuk ikut melestarikan ikan ini, agar cita rasanya tetap terjaga dalam setiap gigitan pempek, tekwan atau kerupuk Palembang yang kita konsumsi,” tutup Milla.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya