Berita

Ilustrasi KPU. (Foto: RMOL)

Politik

Rombak Total Struktur KPU agar Tak jadi Sarang Tuyul

RABU, 17 SEPTEMBER 2025 | 08:09 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kritikus politik sekaligus Ketua Umum Partai Negoro, Faizal Assegaf, menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) membutuhkan reformasi besar-besaran agar demokrasi di Indonesia berjalan secara jujur, adil, dan transparan.

“Kalau mau demokrasi ke depan menjadi jujur, adil dan transparan: Rombak total struktur KPU agar tidak jadi sarang tuyul berjamaah,” tegas Faizal lewat akun X miliknya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Rabu, 17 September 2025.

Pernyataan Faizal disampaikan setelah KPU resmi membatalkan Keputusan Nomor 731 Tahun 2025 yang sebelumnya menetapkan 16 dokumen persyaratan pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagai informasi publik yang dikecualikan.


Pencabutan aturan itu diumumkan langsung Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin. Keputusan tersebut diambil untuk mencegah persepsi negatif yang terus diarahkan kepada KPU.

KPU juga membantah isu yang menyebut Keputusan 731/2025 diterbitkan untuk melindungi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Meski demikian, Faizal Assegaf menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele, terutama terkait polemik ijazah capres-cawapres yang sempat memicu perdebatan publik. 

“Soal isu ijazah Capres-Cawapres yang disemburkan oleh KPU, perlu disikapi serius. Tersimpan jejak kejahatan luar biasa,” ujarnya.

Bagi Faizal, keputusan KPU membatalkan aturan tersebut tidak serta-merta menyelesaikan masalah. Ia mendesak adanya perombakan struktur secara menyeluruh agar integritas KPU benar-benar terjaga dan kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu tidak terus menurun.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya