Berita

Mantan Jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie Massardi. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Mantan Jubir Gus Dur:

Seluruh Anggota KPU Bodoh dan Buta Demokrasi

SELASA, 16 SEPTEMBER 2025 | 15:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penutupan akses dokumen calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) menunjukkan KPU tidak paham demokrasi. Sebab akses informasi bagi publik sangat penting sebagai referensi dalam memilih calon kepala negara.

"Kebodohan serius. DKPP wajib berhentikan semua anggota KPU yang bodoh dan buta demokrasi," kata mantan Jubir Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie Massardi kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 16 September 2025.

Dalam mekanisme pemilihan umum di Indonesia memerlukan uji publik agar masyarakat bisa mengawasi latar belakang capres-cawapres, salah satunya melalui keterbukaan dokumen persyaratan.


"Kalau ini ditutup berarti memang tolol aja KPU-nya. Publik referensinya pakai apa? Karena semua pejabat publik, terutama yang dipilih rakyat langsung harus semuanya telanjang. Bahkan kehidupan keluarganya pun harus diungkap," tegas Adhie.

Adhie mencontohkan peristiwa pemilu di Amerika Serikat saat pencalonan Barack Obama. Media AS bahkan menelusuri sekolah Obama di Indonesia untuk memvalidasi dokumen.

"Mekanisme demokrasi memang seperti itu. Bahkan kesehatan pun harus dibuka. Karena orang yang mau dipilih pejabat publik itu harus sehat jasmani dan rohani," terang Adhie.

Adhie selanjutnya mengibaratkan ketika seseorang melamar pekerjaan, perusahaan harus mengecek data-data calon pekerjanya.

"Yang harus diingat, (pemilu itu) user-nya rakyat. Kalau di perusahaan kan dites psikologis dan segala macam, nah hasilnya kemudian diserahkan kepada user perusahaan untuk menentukan layak apa enggak," tutur Adhie.

Oleh sebab itu, Adhie tak habis pikir dengan latar belakang alasan KPU menutup akses dokumen capres-cawapres pada pemilu mendatang.

"Keputusan ini membuktikan anggota KPU betul-betul bodoh dan buta demokrasi. Kalau sudah bodoh dan buta demokrasi, ya tidak layak jadi KPU," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya