Berita

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). (Foto: Humas Pertamina)

Bisnis

PLTS Pertamina Bantu Petani Karawang Mandiri Energi dan Ekonomi

MINGGU, 14 SEPTEMBER 2025 | 14:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Karawang menduduki posisi sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di Jabar pada tahun 2021. 

Melalui beragam pembenahan, diantaranya lewat sektor argoindustri, Karawang mampu menekan jumlah penduduk miskin. Salah satu komoditas argoindustri yang berkembang adalah jamur merang.

"Meningkatnya permintaan produk jamur menjadi peluang bagi petani untuk melakukan budidaya jamur merang. Tapi tingginya biaya operasional sehingga belum dapat menutupi biaya yang dikeluarkan, menjadi permasalahan petani jamur merang," ujar Ikin, Ketua Kelompok Tani Tirta Makmur Dusun Tanjung Jata, Desa Muara, Cilamaya Wetan, Karawang, lewat keterangan resminya kepada redaksi di Jakarta, Minggu, 14 September 2025.


Melihat tantangan itu, Ikin dan kelompok taninya bekerja sama dengan Pertamina melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina. Program ini bertujuan meningkatkan perekonomian dan lingkungan desa melalui pemanfaatan energi terbarukan.

"Pada September 2024, kami mulai dikenalkan Pertamina New Renewable Energy dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kami manfaatkan untuk pompa air dalam budidaya jamur merang, penetasan telur ayam, dan penerangan. Pertamina juga memberikan jasa perawatan dan pendampingan serta pembinaan," ujar Ikin.

Pada Juli 2025, Pertamina menambah kapasitas PLTS yang semula 2,2 kWp dan baterai 5 kwh menjadi 6,6 kWp dengan kapasitas baterai mencapai 15 kwh. Peningkatan kapasitas ini berhasil menurunkan biaya operasional budidaya jamur merang dan usaha lainnya melalui penghematan biaya listrik sebesar 13,9 juta rupiah per tahun. Manfaatnya dinikmati oleh 1.200 warga Desa Muara. Penggunaan energi terbarukan juga berkotribusi pada penurunan emisi sebesar 8,58 tonCO2ek per tahun.

“Kami sangat bersyukur mendapatkan dukungan dari Pertamina berupa Program DEB yang memanfaatkan PLTS sebagai sumber energi yang dapat menghemat biaya listrik. Dimana sebelumnya petani jamur menggunakan energi listrik berbayar. Bahkan kelebihan dayanya dapat digunakan untuk pengembangan usaha lainnya,” ungkap Ikin.

Untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, Kelompok Tani Tirta Makmur Desa Muara Karawang menerapkan pertanian terintegrasi memanfaatkan PLTS untuk budidaya jamur, jambu kristal, mangga, kembang kol dan cabai rawit. Juga ternak ayam kampung dan produksi kompos organik serta pengolahan limbah.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan bahwa Pertamina berkomitmen untuk dapat menyediakan energi bersih bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui Program Desa Energi Berdikari mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan masyarakat lokal dan mengurangi dampak lingkungan serta mengatasi ketimpangan akses energi dengan pemanfaatan energi terbarukan. 

“Saat ini, Pertamina memiliki 176 Program Desa Energi Berdikari di seluruh Indonesia. 70 persennya berada di luar Pulau Jawa untuk mendukung pemerataan pembangunan di daerah – daerah terpencil dan kemandirian energi di pelosok negeri,” ungkap Fadjar. 

“Dari 176 DEB Pertamina, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh 186.316 penerima manfaat termasuk 42 warga dengan disabilitas, dapat menghasilkan energi listrik dari energi terbarukan sebesar 757.759 Watt Peak (Wp). Serta pengurangan emisi karbon sebesar 729.808 TonCO2eq per tahun. Program DEB berdampak pada penciptaan nilai ekonomi masyarakat desa sebesar 3,7 milyar per tahun,” terang Fadjar.

Dengan Desa Energi Berdikari, Pertamina berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata energi berkelanjutan sekaligus memperoleh peluang baru dalam meningkatkan kesejahteraan, serta menjadi bukti bahwa Pertamina konsisten dalam mendukung agenda transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060, sekaligus memperkuat kontribusi Perusahaan dalam pembangunan ekonomi dan sosial Masyarakat desa.

Desa Energi Berdikari merupakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia nomor 6, yaitu membangun desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan serta sejalan dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya