Berita

Ichsanuddin Noorsy. (Foto: Istimewa)

Politik

Ganti Menkeu Tak Hindari Presiden Prabowo dari Kegaduhan Politik

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2025 | 20:28 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Reshuffle Sri Mulyani dari posisi Menteri Keuangan, tidak lantas menyelesaikan persoalan ekonomi bangsa, jika basis perekonomian Indonesia tak segera dibereskan. 

Ekonom Ichsanuddin Noorsy mengatakan, Presiden Prabowo telah mengambil arah kebijakan ekonomi yang bertentangan dengan yang biasa dilakukan Sri Mulyani.

Menurutnya, selama Srimul belasan tahun menjabat menkeu, sejak era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo, dan Presiden Prabowo sekarang ini, fatsun politik ekonominya cenderung ke barat.


"Srimul ini itu menerapkan kebijakan yang disebut dengan kebijakan neoliberal," ujar Ichsan saat dihubungi Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Jumat, 12 September 2025.

Dia memaparkan, corak ekonomi neoliberal yang diterapkan Srimul memberikan dampak pada sektor keuangan dan perekonomian masyarakat.

Doktor ekonomi jebolan Universitas Airlangga itu menyebutkan, Srimul yang setiap penyusunan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) mengklaim menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent), justru malah menimbulkan bahaya.

"Di perdagangan diterapkan namanya pre-market mechanism, sehingga barang-barang publik itu disediakan, diproduksi, dan didistribusikan oleh swasta. Jadi itu kebijakannya, tokoh utamanya ya Sri Mulyani," urai Ichsan.

"Kalau negara gak punya duit untuk melakukan kewajibannya, maka negara bikinnya pajak, pajak dinaikin. Itu seperti saran OECD, saran Bank Dunia, saran IMF, agar tax ratio mencapai 12,5 persen. Nah era Sri Mulyani mencapai 10 persen, jadi tidak tercapai," sambungnya memaparkan.

Namun, lanjut Ichsan, kalau perpajakan masih tidak mampu membiayai, maka kebijakan yang diambil Srimul adalah harus berhutang, sehingga di eranya utang itu naik.

"Kalau masih kurang, dia jual aset, aset dia jual-jualin," tambahnya menegaskan.

Oleh karena itu, Ichsan memandang persoalan ekonomi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sistem politik yang dipakai pemerintah.

Sehingga, dia menyarankan Presiden Prabowo untuk tidak sekadar mereshuffle menteri, tapi juga memperbaiki sistem politik yang ada sekarang ini. 

Sebab menurutnya, apabila sektor politik tidak kunjung diselesaikan, maka bukan hanya sektor ekonomi yang akan terguncang.

"Persoalan fundamentalnya bukan di ekonomi neoliberalnya saja. Karena Indonesia telah menerapkan demokrasi liberal yang ugal-ugalan. Dan itu masuk ke semua sektor kehidupan," demikian Ichsan menambahkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya