Berita

Ilustrasi (Foto: Facebook PT Bukit Asam)

Bisnis

PTBA Cetak Laba Bersih Rp833 Miliar di Semester I 2025

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2025 | 09:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emiten BUMN tambang, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih Rp833,04 miliar sepanjang semester I 2025. 

Nilai tersebut merosot 59 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 sekitar Rp 2,03 triliun. 

Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga batu bara yang cukup drastis serta kenaikan stripping ratio. 


Dari sisi pendapatan, PTBA mencatat kenaikan 4,12 persen menjadi Rp20,45 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp19,64 triliun pada semester I 2024. 

Beban pokok pendapatan ikut membengkak menjadi Rp18,20 triliun dari Rp 16,23 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Akibatnya, laba bruto PTBA turun menjadi Rp2,24 triliun dari sebelumnya Rp3,40 triliun. 

Dari sisi operasional, produksi batu bara PTBA tumbuh 16 persen (yoy) menjadi 21,73 juta ton pada semester I-2025. 

Manajemen PTBA dalam Pubex Live 2025 pada Kamis 11 September 2025 mengungkapkan, volume penjualan batu bara PTBA naik 8 persen (yoy) menjadi 21,62 juta ton. Adapun volume pengangkutan batu bara PTBA juga meningkat 9 persen (yoy) menjadi 19,28 juta ton pada paruh pertama tahun ini.

"Untuk semester pertama tahun 2025 dibandingkan dengan semester pertama 2024, terdapat kenaikan produksi batu bara 16 persen, yoy. Untuk penjualan batu bara ada kenaikan yang sebesar 8 persen, yoy, itu dibandingkan dengan semester pertama tahun 2024. Sementara transportasi itu naik 9 persen, yoy, dibandingkan dengan semester pertama 2024 dan stripping ratio mengalami kenaikan dari 5,9 di tahun sebelumnya menjadi 6,17 di tahun ini," terang manajemen. dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 12 September 2025. 

PTBA saat ini tengah melakukan efisiensi guna menekan biaya jasa tambang ketika harga batu bara jatuh.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya