Berita

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro berdiri di pintu masuk rumahnya di Brasilia, tempat ia menjalani tahanan rumah (Foto: AP)

Global

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro Divonis 27 Tahun Penjara

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2025 | 07:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mahkamah Agung Brasil menjatuhkan hukuman 27 tahun 3 bulan penjara kepada mantan Presiden Jair Bolsonaro atas kasus upaya kudeta militer. 

Dari lima hakim yang memimpin sidang, empat menyatakan Bolsonaro bersalah karena berusaha mempertahankan kekuasaan secara ilegal setelah kalah dalam Pilpres 2022 dari Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.

“Ada banyak bukti bahwa Bolsonaro bertindak untuk merusak demokrasi dan institusi negara,” kata Hakim Carmen Lucia, pada hari Kamis, dikutip dari Reuters, Jumat 12 September 2025.


Satu hakim, Luiz Fux, menolak putusan itu dan menilai Bolsonaro harus bebas dari semua tuduhan.

Saat ini Bolsonaro masih menjalani tahanan rumah, dan dengan lima dakwaan lain, termasuk tuduhan memimpin “organisasi kriminal” untuk menggulingkan Lula, hukumannya bisa bertambah hingga lebih dari 40 tahun penjara.

Putusan ini menimbulkan kegaduhan politik menjelang Pemilu Presiden 2026, di mana Bolsonaro sebelumnya sudah menyatakan ingin maju. Namun ia sebenarnya sudah dilarang mencalonkan diri hingga 2030 karena pernah menyebarkan tuduhan palsu soal sistem pemilu elektronik Brasil.

Presiden AS Donald Trump, yang dikenal dekat dengan Bolsonaro, menyebut sidang tersebut sebagai “perburuan penyihir”. Trump langsung menjatuhkan tarif dagang 50 persen terhadap Brasil, memberi sanksi pada hakim ketua Alexandre de Moraes, serta mencabut visa sebagian besar anggota Mahkamah Agung Brasil.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menegaskan bahwa Washington akan merespons “perburuan” ini. Menurutnya, Bolsonaro diperlakukan tidak adil oleh hakim-hakim Brasil.

Bolsonaro adalah mantan kapten tentara dan pasukan terjun payung. Ia dikenal sebagai pendukung keras kediktatoran militer Brasil (1964?"1985), rezim yang menyebabkan ratusan orang tewas.

Sejak terjun ke politik pada 1990, ia sering melontarkan pernyataan kontroversial. Bahkan, dalam sebuah wawancara, Bolsonaro pernah mengatakan Brasil hanya akan berubah jika terjadi “perang saudara” yang menewaskan puluhan ribu orang dari kalangan kiri.

Kemarahannya terhadap elite politik membuatnya populer, terutama setelah skandal korupsi besar “cuci mobil” (Lava Jato) pada 2014. Dukungan publik itulah yang akhirnya mengantarkannya menjadi Presiden pada 2018.

Dalam Pilpres 2022, Bolsonaro kalah tipis dari Lula. Namun, sejak sebelum pemilu, ia kerap berpidato seolah-olah dirinya adalah figur mesianis.

“Saya hanya punya tiga pilihan: ditangkap, dibunuh, atau menang," kata Bolsonaro pada 2021.

Putusan Mahkamah Agung ini berpotensi memicu ketegangan politik brasil. Akhir pekan lalu, sekitar 40.000 pendukung Bolsonaro turun ke jalan di Brasilia untuk memprotes vonis tersebut. Mereka menegaskan bahwa pemimpin mereka sedang menjadi target politik.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya