Berita

Aksi protes Gen Z di Nepal (Foto: Newsweek)

Dunia

WNI Diminta Waspada Menyusul Kerusuhan Gen Z di Nepal

RABU, 10 SEPTEMBER 2025 | 09:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal agar meningkatkan kewaspadaan menyusul aksi protes besar-besaran yang dilakukan Generasi Z di Kathmandu dan sejumlah kota lain.

Demonstrasi yang berlangsung sejak Senin, 8 September 2025, dipicu oleh kebijakan Pemerintah Nepal memblokir 26 platform media sosial populer seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube, dan X. 

Kebijakan itu diterapkan setelah perusahaan teknologi dinilai tidak memenuhi kewajiban mendaftar sesuai regulasi baru pemerintah. 


Demonstrasi kemudian berkembang menjadi kerusuhan dan penjarahan. 

Hingga Selasa, 9 September 2025, tercatat 19 orang meninggal akibat tembakan aparat keamanan, dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. 

Merespons situasi ini, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha mengimbau agar WNI menghindari kerumunan massa, meningkatkan kewaspadaan, dan terus memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi pemerintah maupun media. 

“Bagi WNI yang sedang berkunjung atau berwisata di Nepal, diminta segera melakukan lapor diri ke hotline KBRI Dhaka maupun Konhor RI di Kathmandu,” ungkap Judha dalam keterangan tertulis pada Rabu, 10 September 2025 

Judha memastikan hingga kini tidak ada WNI yang menjadi korban dalam aksi protes Gen Z Nepal. KBRI Dhaka juga telah berkoordinasi dengan otoritas setempat, Konsul Kehormatan RI di Nepal, serta komunitas Indonesia di sana. 

“Sampai saat ini tidak terdapat informasi adanya WNI yang menjadi korban dari kerusuhan tersebut,” jelas Judha.

Judha mencatat 57 WNI yang tinggal menetap di Nepal. Selain itu, saat ini ada 43 anggota Delegasi RI yang sedang mengikuti konferensi internasional di Kathmandu, 2 anggota TNI yang mengikuti pelatihan, serta 23 wisatawan asal Indonesia.

Bagi WNI di Nepal yang mengalami situasi darurat dapat menghubungi nomor berikut:

Hotline KBRI Dhaka: +8801614444552

Hotline Konhor RI Kathmandu: +9779851046514 / +9779801190989.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya